Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui BUMD PT MBTK mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kaltim di sektor industri, logistik, dan ekspor unggulan berbasis sumber daya alam.
Direktur BUPP KEK MBTK, Muhammad Ade Himawan mengatakan pertumbuhan KEK MBTK terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya minat penanammodal di upaya hilirisasi dan logistik. Oleh lantaran itu KEK MBTK terus meningkatkan akomodasi prasarana dan konektivitas serta logistik sekaligus memperkuat ekosistem industri sebagai daya Tarik investasi.
Di sisi lain kebijakan hilirisasi nasional dan IKN menjadi pendorong KEK MBTK sebagai tujuan investasi sector hilirisasi dan SDA di Kaltim. Saat ini KEK MBTK sukses mendapatkan komitmen investasi senilai Rp 10 triliun untuk pengembangan akomodasi bulking station alias terminal tangki timbun CPO serta akomodasi pergudangan bagi pengembangan upaya logistik.
Seperti apa prospek dan tantangan pengembangan KEK MBTK? Selengkapnya simak perbincangan Bunga Cinka dengan Direktur Badan Pengembang dan Pengelola (BUPP) Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), Muhammad Ade Himawan dalam Manufacture Check, CNBC Indonesia (Rabu, 29/07/2026)

44 menit yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·