ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah gejolak geopolitik dunia dan perang tarif dagang, pemerintah RI disebut Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian RI, Edi Prio Pambudi memandang adanya pergeseran esensial perdagangan dunia menuju ke arah 'economy security' sehingga mendorong setiap negara untuk mengamankan kepentingan nasional.
Menghadapi kondisi ini, pemerintah mencari kesempatan dalam 'economy security', menetapkan strategi dalam penetapan tarif jual beli hingga penguatan perdagangan regional termasuk kerjasama bilateral. Pemerintah juga terus memperkuat pengelolaan akibat dalam kerjasama perdagangan dengan negara mitra.
Pemerintah juga kerjasama dengan pelaku upaya dalam mengimplementasikan setiap perjanjian jual beli guna mempercepat penerapan kerjasama jual beli dan menggerakkan ekonomi RI. Salah satu corak perjanjian jual beli nan menjadi perhatian pemerintah adalah IEU-CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement) nan merupakan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa dengan standar perjanjian tinggi.
Setiap kesepakatan jual beli didorong untuk meningkatkan standar Indonesia nan krusial dalam memperkuat akses pasar bagi Indonesia. Pemerintah RI juga terus memandang memperhatikan penetapan tarif jual beli dari negara mitra nan diarahkan agar tidak mudah berubah untuk memberikan kepastian tarif bagi pelaku usaha.
Saat ini pasar ekspor berbobot tinggi bagi Indonesia adalah Uni Eropa, Amerika Serikat nan mempunyai penyerapan besar serta pasar regional nan krusial bagi penguatan rantai pasok dan pasar non-tradisional nan berpotensi menjadi menyerap produk RI.
Seperti apa arah kerjasama jual beli RI hadapi ketidakpastian global? Selengkapnya simak perbincangan Serliana dengan Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian RI, Edi Prio Pambudi dalam Profit, CNBC Indonesia (Senin, 14/07/2026)
Add
source on Google

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·