Wabah Legionnaires Melanda Swis: 1 Meninggal dan 26 Orang Terinfeksi

1 jam yang lalu 2
 1 Meninggal dan 26 Orang Terinfeksi Hasil rontgen pasien nan terinfeksi Legionnaires di Swis.(Dok. Antara)

WABAH Legionnaires dilaporkan melanda Kota Basel, Swis, nan mengakibatkan satu orang meninggal bumi dan puluhan lainnya terinfeksi. Berdasarkan laporan instansi buletin ATS nan mengutip Kementerian Kesehatan Swis pada Senin (3/8/2026), sebanyak 26 orang telah terkonfirmasi terinfeksi penyakit legionnaire nan disebabkan infeksi bakteri tersebut.

Otoritas kesehatan setempat mengidentifikasi bahwa sumber jangkitan berasal dari sebuah menara pendingin nan terletak di genting sebuah gedung di distrik Kleinbasel. Sebagai langkah pencegahan penyebaran lebih lanjut, menara tersebut telah ditutup sejak Jumat pekan lampau setelah ditemukan adanya kontaminasi kuman Legionella.

Kepala Departemen Kesehatan Masyarakat Kanton Basel-Stadt, Lukas Engelberger, mengonfirmasi tindakan tegas tersebut. "Pada Jumat, otoritas menutup menara pendingin nan berada di genting sebuah gedung di distrik Kleinbasel lantaran terkontaminasi kuman Legionella," ujar Engelberger.

Kondisi Pasien dan Penanganan

Dari total 26 orang nan terinfeksi, tingkat keparahan penyakit ini memaksa 25 orang di antaranya untuk menjalani rawat inap di rumah sakit. Hingga buletin ini diturunkan, dilaporkan sembilan pasien tetap dalam perawatan intensif oleh tim medis.

Penyakit Legionnaires sendiri merupakan jangkitan saluran pernapasan akut nan disebabkan oleh kuman Legionella. Bakteri ini umumnya berkembang biak di sistem air nan terkontaminasi, seperti menara pendingin, sistem pendingin udara (AC) sentral, alias pemanas air.

Gejala Penyakit Legionnaires

Infeksi ini menular melalui hirupan tetesan air (aerosol) nan mengandung bakteri, bukan melalui kontak antarmanusia. Seseorang nan terinfeksi biasanya bakal menunjukkan indikasi awal nan menyerupai flu, antara lain demam tinggi, batuk, nyeri otot, dan sakit kepala.

Jika tidak segera ditangani, indikasi tersebut dapat berkembang dengan sigap menjadi pneumonia alias radang paru-paru akut nan berpotensi fatal, sebagaimana kasus kematian nan terjadi dalam pandemi di Basel kali ini. (Ant/H-3)

Selengkapnya