Wabah Mematikan Guncang New York, 3 Tewas-74 Terinfeksi

2 hari yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Kota New York, Amerika Serikat (AS), sekarang menghadapi ancaman pandemi penyakit. Departemen Kesehatan Kota New York melaporkan jumlah korban meninggal bumi akibat klaster penyakit Legionnaires, apalagi bertambah menjadi tiga orang.

Hingga Minggu waktu setempat, tercatat sebanyak 74 kasus Legionnaires telah terkonfirmasi. Delapan pasien tetap menjalani perawatan di rumah sakit, sementara 51 pasien lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

"Kami sangat bersungkawa mengetahui bahwa seorang penduduk New York kembali kehilangan nyawa akibat penyakit Legionnaires di Upper East Side. Belasungkawa kami sampaikan kepada family nan ditinggalkan," ujar Komisaris Kesehatan Kota New York, Dr. Alister F. Martin, dalam keterangannya, dikutip CNN International, Senin (20/7/2026).

Penyelidikan otoritas kesehatan menunjukkan bahwa pandemi tersebut kemungkinan berangkaian dengan keberadaan kuman Legionella pada menara pendingin (cooling tower) sejumlah gedung di area Upper East Side. Sebanyak 76 gedung diketahui mempunyai menara pendingin nan positif mengandung kuman tersebut.

Pemerintah kota langsung memerintahkan seluruh pemilik gedung untuk menguras, membersihkan, serta melakukan disinfeksi terhadap sistem pendingin mereka. Seluruh pemilik gedung dilaporkan telah menyelesaikan proses pembersihan sesuai petunjuk pemerintah.

Sebenarnya, pandemi serupa pernah terjadi di area Harlem pada tahun lalu. Saat itu, sebanyak 92 orang kudu dirawat di rumah sakit dan tujuh orang meninggal dunia. Insiden tersebut juga dikaitkan dengan menara pendingin gedung.

Sebagai respons, pemerintah New York memperketat izin dengan mewajibkan inspeksi lebih sering terhadap menara pendingin. Pemerintah kota juga meningkatkan denda bagi pemilik gedung nan tidak mematuhi aturan.

Apa Itu Legionnaires?

Legionnaires merupakan jangkitan paru-paru alias pneumonia berat nan disebabkan oleh kuman Legionella pneumophila. Bakteri ini berkembang biak di lingkungan nan hangat dan lembap, seperti menara pendingin gedung, spa, kolam air panas, air mancur, hingga sistem perpipaan tertentu.

Penularan terjadi ketika seseorang menghirup percikan air alias uap nan telah terkontaminasi kuman tersebut. Otoritas kesehatan menegaskan bahwa pandemi kali ini tidak berangkaian dengan air minum, pancuran (shower), maupun pendingin ruangan (AC) rumah tangga.

Penyakit ini juga tidak menular dari orang ke orang dan dapat diobati secara efektif andaikan antibiotik diberikan sejak dini. Departemen Kesehatan New York mencatat lonjakan kasus terutama terjadi di tiga kode pos, ialah 10128, 10028, dan 10075.

Warga nan sempat berada di area tersebut dalam beberapa pekan terakhir diminta mewaspadai indikasi seperti demam, menggigil, kelelahan, sakit kepala, lenyap nafsu makan, kebingungan, hingga diare. Kelompok nan paling berisiko mengalami penyakit berat adalah mereka nan berumur di atas 50 tahun, perokok alias pengguna rokok elektronik (vape), serta orang dengan sistem kekebalan tubuh nan lemah alias mempunyai penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, ginjal, hati, maupun paru-paru.

Hingga saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah penyakit Legionnaires. Dilaporkan penggunaan masker juga belum terbukti efektif melindungi seseorang dari paparan kuman tersebut.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya