Wajib "BBM Baru" B50 Berlaku Mulai Besok, Amran Ungkap Nasib CPO RI

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, memastikan penerapan perdana mandatori biodiesel B50 bakal dimulai pada Rabu (1/7/2026). Pemerintah pun memastikan pasokan bahan baku minyak sawit mentah (CPO) mencukupi sehingga program tersebut siap dijalankan.

"Oh iya besok, tanggal 1 Juli 2026," kata Amran saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Amran menjelaskan, kebutuhan biodiesel B50 mencapai 46,5 juta kiloliter (KL). Untuk memenuhinya, pemerintah menyiapkan pasokan CPO sebesar 23,3 juta ton nan bakal diolah menjadi sekitar 20 juta ton biodiesel/FAME. Produksi tersebut ditopang 26 pabrik biodiesel eksisting dan 17 pabrik baru, sehingga total produksi biodiesel B50 diproyeksikan mencapai 40 juta ton.

Amran mengatakan, kesiapan CPO saat ini justru terus meningkat seiring kenaikan ekspor.

"(Ekspor CPO) sekarang kita naik, ekspor kita naik. Dulu 26 juta ton, sekarang 32 juta ton, naik 6 juta ton," ujarnya.

Ia pun memastikan penerapan B50 bukan lagi tahap uji coba, melainkan kelanjutan dari program B40 nan sudah berjalan.

"Oh aman, lebih (pasokan CPO). Sudah aman, kan bukan uji coba, sudah jalan kan. Sudah jalan B40 tinggal naik B50, ini sudah jalan, sudah running," tegas Amran.

Saat ditanya apakah B50 bakal tersedia di seluruh SPBU, Amran kembali menegaskan tidak ada kendala.

"Aman pokoknya aman," katanya.

Sementara mengenai rencana peresmian program berbareng Presiden, Amran belum memberikan rincian bakal dilangsungkan di mana.

"Ditunggu," ujarnya singkat.

Lebih lanjut, Amran menyebut penerapan B50 menjadi tonggak krusial bagi sektor daya nasional. Menurutnya, mulai 1 Juli 2026 Indonesia resmi menghentikan impor solar sekitar 5 juta ton berkah pemanfaatan sawit sebagai bahan baku energi.

"Hari ini adalah tonggak sejarah. Tidak impor solar lagi 5 juta ton. Makanya serangannya bertubi-tubi. Negara lain ketakutan. Kami obrolan dengan negara-negara lain," tutur dia.

Amran menilai elastisitas pemanfaatan CPO menjadi biodiesel maupun untuk ekspor dapat menjadi instrumen Indonesia dalam menjaga keseimbangan nilai komoditas dunia.

"Kami pernah ditanya, 'Pak Mentan, gimana itu B50, B30, macam-macam dan seterusnya?'. Sekarang B50, jika bisa B70, B100 nggak masalah. Tapi jika saya, di saat nilai (CPO) naik tinggi, kita lepas (untuk ekspor). Jadi kita mempermainkan dunia, jangan bumi permainkan kita. Begitu nilai bumi turun, kita tarik jadikan solar. Dan kita bisa kendalikan bumi lewat pangan," pungkasnya.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya