Wapres AS Uring-uringan, Berani Lontarkan Tuduhan Serius kepada Israel

4 hari yang lalu 11

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden AS JD Vance menuduh sejumlah pihak di pemerintahan Israel berupaya memengaruhi opini publik Amerika untuk menggagalkan diplomasi Washington dengan Iran. Tuduhan itu disampaikan Vance dalam sebuah wawancara.

Melansir Al Jazeera, Jumat (17/7/2026), Vance dalam wawancara tersebut menegaskan dirinya meyakini ada pihak di pemerintahan Israel nan berupaya mengubah arah kebijakan Amerika Serikat (AS).

"Saya tahu tanpa keraguan bahwa ada orang-orang di dalam pemerintahan Israel nan mencoba mengalihkan kami dari kebijakan itu lantaran mereka mau kampanye militer terus berlanjut," ujar Vance, sembari memihak kesepakatan nan dicapai AS bulan lampau untuk menghentikan perang dengan Iran.

Ia juga mengungkapkan adanya kampanye pengaruh nan diduga didanai untuk menggagalkan proses negosiasi. Mengutip laporan Time, Vance mengatakan mantan manajer kampanye Presiden Donald Trump disebut direkrut atas nama Israel untuk menjalankan kampanye digital nan bermaksud membentuk opini publik AS mengenai Israel dan bentrok Iran.

"Ada kampanye nan sangat rahasia dan didanai dengan sangat baik untuk menggagalkan negosiasi dan membatalkan kesepakatan," katanya.

Menurut Vance, dirinya turut menjadi sasaran serangan pribadi akibat mendorong penyelesaian diplomatik. "Orang-orang menyerang saya dengan sadis lantaran secara harfiah mencoba mencapai tujuan negosiasi nan telah ditetapkan presiden untuk negara ini," ujarnya.


Meski mengakui setiap negara berupaya memengaruhi kebijakan AS, dia menilai perihal itu menjadi masalah ketika operasi semacam itu memengaruhi proses pengambilan keputusan politik di Amerika.

Vance juga menyatakan tetap mendukung kesepakatan tenteram sementara antara AS dan Iran nan dicapai bulan lalu, meski perjanjian tersebut mendapat penolakan dari sebagian pihak di Israel dan sekarang semakin terancam setelah eskalasi serangan antara AS dan Iran dalam sepekan terakhir.

Saat ditanya apakah AS bakal tetap terlibat dalam bentrok terbaru dengan Iran tanpa pengaruh Israel, Vance menjawab, "Ya, saya pikir begitu."

Menurutnya, Presiden Donald Trump memang sejak awal meyakini Iran tidak boleh mempunyai senjata nuklir. "Presiden, terlepas dari pengaruh Israel, sangat percaya bahwa Iran semestinya tidak mempunyai senjata nuklir, dan saya sependapat dengan itu," katanya.

Pernyataan Vance dinilai sebagai kritik nan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel dari seorang wakil presiden AS nan tetap menjabat. Mantan diplomat Israel Alon Pinkas mengatakan tuduhan tersebut menunjukkan hubungan Washington dan Tel Aviv tengah berada dalam fase nan tidak sejalan.

"Tidak ada wakil presiden AS nan pernah secara terbuka menuduh Israel menjalankan kampanye untuk melemahkan kebijakan Amerika. Ini betul-betul belum pernah terjadi sebelumnya dan cukup mengejutkan," kata Pinkas kepada Al Jazeera.

(tfa/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya