Warga NTB Diberikan Harga Spesial Nonton MotoGP di Mandalika

15 jam yang lalu 4
Warga NTB Diberikan Harga Spesial Nonton MotoGP di Mandalika Gubernur NTB, L Muhamad Iqbal (empat dari kanan) saat launching tiket unik penduduk NTB Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026(MI/Yusuf Riaman)

SEBANYAK 50 ribu tiket disiapkan dengan nilai unik bagi penduduk Nusa Tenggara Barat (NTB) nan hendak menonton perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 9 hingga 11 Oktober 2026.

"Harga unik ini sudah langsung dapat dibeli sore ini juga," kata Ananda Mikola Soeprapto, Dirut Mandalika Grand Prix Association (MGPA) kepada wartawan saat Launching tiket unik penduduk NTB Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Selasa (21/07) di Sirkuit Mandalika.

Launching tiket nilai spesial MotoGP di Sirkuit Mandalika untuk penduduk NTB ini dihadiri oleh dua pembalap kebanggaan Indonesia Mario Suryo Aji pembalap Moto2, dan Veda Ega Pratama pembalap Moto3, keduanya berasal dari tim Honda Team Asia.

Tiket spesial diberikan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) berbareng MGPA, bertindak satu Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk satu kali pembelian.

Special price 50% ini, untuk tiket Premium Grandstand (A) dari nilai Rp1.750 ribu menjadi Rp875 ribu, Premium Grandstand (BCJK) dari nilai Rp900 ribu menjadi Rp450 ribu, dan Reguler Grandstand (EGHI) dari Rp400 ribu menjadi Rp200 ribu, "Berlaku hingga jatah tiket lenyap terjual," kata Ananda.

Secara keseluruhan sebanyak 150 ribu tiket diharapkan terjual hingga hari terakhir MotoGP di Sirkuit Mandalika.

Gubernur NTB, L Muhamad Iqbal mengatakan penyediaan tiket nilai unik bagi penduduk NTB agar masyarakat mempunyai rasa keberadaan Sirkuit Mandalika.

"Artinya besok penduduk NTB datang ke sini berbeda dengan tamu nan lain," kata Iqbal kepada wartawan.

Sementara itu, General Manager ITDC, I Made Pari Wijaya mengatakan event MotoGP merupakan kerja berbareng penduduk NTB dan masyarakat Indonesia.

"Oleh lantaran itu mari kita menjadi tuan rumah nan baik, positif, terbuka menjadikan event ini baik di mata masyarakat dunia," katanya. (H-4)

Selengkapnya