Warga Pedalaman Alor Mendapat Layanan Kesehatan Gigi Gratis

2 jam yang lalu 3
Warga Pedalaman Alor Mendapat Layanan Kesehatan Gigi Gratis Siswa-siswi SD GMIT Kokar, Kabupaten Alor, mengikuti edukasi kesehatan gigi dan mulut, termasuk praktik menyikat gigi dengan langkah nan benar.(Dok.Istimewa)

YAYASAN Kembara Nusa berbareng GIGI.ID dan Basecamp Melangkiki memberikan pelayanan kesehatan gigi gratis bagi 500 penduduk di Desa Kokar, Kecamatan Alor Barat, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, nan masuk dalam wilayah pedalaman.

Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo mengatakan aktivitas nan dilaksanakan sejak Kamis (23/7)  hingga Jumat (24/7) itu dinilai sangat membantu pemerintah wilayah lantaran memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Kehadiran 21 master gigi secara berbarengan menjadi momentum krusial bagi Kabupaten Alor. Kegiatan ini bakal sangat membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan dan perawatan kesehatan gigi," katanya.

Layanan kesehatan gigi cuma-cuma nan dilaksanakan oleh Yayasan Kembara Nusa merupakan program hormat sosial nan didukung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Peduli. Dalam aktivitas tersebut penduduk diberikan jasa pemeriksaan gigi, perawatan, konsultasi, dan edukasi kesehatan gigi.

Co-Founder Kembara Nusa Stella Valentina, mengatakan Alor dipilih lantaran tetap menghadapi tantangan dalam akses terhadap jasa kesehatan gigi, terutama di wilayah kepulauan.

"Tujuan kami bukan hanya menangani keluhan, tetapi juga membantu masyarakat mencegah masalah gigi berulang. Karena itu, pemeriksaan dan perawatan selalu kami lengkapi dengan edukasi menyikat gigi nan betul dan pentingnya pemeriksaan rutin," katanya.

Menurut Stella, pengetahuan mengenai perawatan gigi nan dapat diterapkan setiap hari menjadi sama pentingnya dengan menghadirkan jasa medis, khususnya di wilayah nan mempunyai keterbatasan akses akomodasi kesehatan.

Lebih lanjut, kata dia, program tersebut melibatkan 74 relawan lintas profesi, terdiri atas 24 relawan dari beragam wilayah di Indonesia, termasuk 21 master gigi umum dan ahli serta tiga relawan nonmedis, nan bekerja berbareng 50 personil Basecamp Melangkiki.

Bakti sosial nan dilaksanakan di Alor merupakan aktivitas pengabdian keempat nan dilaksanakan di NTT sekaligus program tahunan kedelapan sejak yayasan tersebut berdiri pada 2018.

PERSOALAN KESEHATAN GIGI
Pelaksanaan program itu juga didorong oleh tetap tingginya persoalan kesehatan gigi di Indonesia. Berdasarkan info program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan pada 2025, masalah kesehatan gigi menjadi temuan terbanyak dengan sekitar satu dari dua peserta berumur 0-60 tahun mengalami gigi berlubang.

Sementara itu, pada 2026 Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 1,1 juta anak alias 41% dari anak nan diperiksa melalui program CKG mengalami gigi berlubang.

Di sisi lain, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) mencatat sebanyak 26,8% puskesmas di Indonesia tetap belum mempunyai master gigi.

Sekretaris Perusahaan BRI Dhanny mengatakan support melalui program BRI Peduli merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas akses jasa kesehatan bagi masyarakat.

"Bagi BRI, akses kesehatan nan lebih merata merupakan salah satu fondasi bagi peningkatan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Kami berambisi manfaatnya tidak hanya dirasakan saat pemeriksaan dan perawatan, tetapi juga melalui pengetahuan nan dapat diterapkan family secara berkelanjutan," ujarnya. (Ant/E-2)

Selengkapnya