Sejumlah petugas melakukan pemindahan jasad korban menuju RSUD PPU disaksikan penduduk sekitar.(Doc Humas Polres PPU)
WARGA di RT 19, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), pada Senin (20/7) sekitar pukul 16.00 Wita, digemparkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki asal Sukabumi Jawa Barat di dalam rumah kos alias kontrakan.
Korban diketahui berjulukan Kholid Jaelani (39), merupakan wirausaha nan mengadu nasib membantu berdagang sayur dan pasar Petung PPU.
Awal ditemukan lantaran kecurigaan seorang penduduk nan melintas mencium aroma tidak sedap berasal dari dalam bilik kos alias kontrakan selama ini ditinggali korban, penduduk juga memandang banyak lalat mengerumuni bilik tersebut.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, melalui Kasihumas Aiptu Syafruddin, membenarkan penemuan mayit tersebut dan setelah menerima laporan personel Polsek Penajam, berbareng Tim Inafis Polres PPU langsung bergerak sigap menuju lokasi, melakukan koordinasi dengan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur lain di tempat penemuan mayit itu.
"Di letak petugas langsung melaksanakan tindakan kepolisian, berupa olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan lokasi, meminta keterangan saksi-saksi, mendata identitas korban, serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Ratu Aji Putri Botung untuk dilakukan visum," ujarnya.
Ia membeberkan, berasas keterangan saksi, sekitar pukul 15.30 Wita, seorang penduduk nan melintas di sekitar kontrakan korban mencium aroma menyengat dan memandang banyak lalat di sekitar bilik korban. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan personil Pos Pol Petung.
“Ketua RT berbareng personil Pos Pol dan penduduk selanjutnya melakukan pengecekan ke lokasi. Saat pintu bilik dibuka sekitar pukul 16.00 Wita, korban terlihat terbaring dan telah meninggal dunia. Di dalam bilik juga tercium aroma menyengat serta ada cairan nan keluar dari tubuh korban,” ungkap Syafruddin.
Kemudian saat dilaksanakan proses olah TKP, polisi mengamankan sejumlah peralatan milik korban antara lain, satu unit telepon genggam dan satu dompet sebagai peralatan bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Kasihumas menjelaskan, hasil pemeriksaan awal polisi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian tetap menunggu hasil visum dan pemeriksaan lebih lanjut dari tim medis.
"Kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab meninggalnya korban. Kami mengimbau masyarakat agar tidak memperkirakan dan menunggu hasil pemeriksaan resmi," pinta Syafruddin.
Untuk diketahui, lanjutnya, dalam penanganan kejadian itu selain personel Polsek Penajam dan Tim Inafis Polres PPU, juga melibatkan unsur mengenai dalam perihal ini BPBD PPU, guna membantu proses pemindahan dan pengamanan lokasi.
“Hingga saat ini, jenazah korban tetap berada di Ruang Jenazah RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten PPU, guna menjalani proses visum sebagai bagian dari penyelidikan kepolisian,” pungkasnya. (EM)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·