Warga RI Tunda Beli Barang Elektronik AC-TV, Pertanda Apa?

1 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri elektronik nasional menghadapi tantangan baru di tengah pelemahan daya beli masyarakat. Selain persaingan dengan produk impor, pelaku upaya mulai memandang perubahan perilaku konsumen nan sekarang lebih memilih menunda pembelian peralatan elektronik, terutama untuk produk berbobot besar.

Kalangan pengusaha mengatakan kondisi tersebut terlihat dari pola shopping masyarakat nan belum kembali normal. Menurutnya, permintaan pasar tetap bergerak naik turun sehingga produsen kesulitan memprediksi kebutuhan konsumen.

"Dalam realitasnya pembeli kita itu sebetulnya biasanya agak sedikit menunda," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komoditi Elektronik (APKONIK) Deny Irawan kepada CNBC Indonesia, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan penundaan pembelian tidak terjadi pada seluruh kategori produk elektronik. Menurutnya, masyarakat sekarang lebih selektif dalam membelanjakan uangnya dan condong menunda pembelian peralatan nan nilainya relatif besar.

"Untuk barang-barang unit seperti AC alias TV memang masuk ke ranah kebutuhan rumah tangga agak sulit, jadi menunda. Cuma nan tetap stabil peralatan elektronik seperti gadget dan laptop tetap kondusif lantaran mau tidak mau kudu beli lantaran untuk mendukung pekerjaan," ujarnya.

Kondisi tersebut membikin pelaku industri kudu lebih berhati-hati dalam mengatur produksi. Sebab, permintaan nan belum stabil membikin perusahaan tidak bisa meningkatkan kapabilitas produksi secara garang agar stok tidak menumpuk di pasar.

"Berbicara tentang siklus jual beli dalam proses industri elektronik prosesnya tetap fluktuatif, jadi tetap berkaca sama permintaan dari pembelian daya masyarakat," katanya.

Pemulihan industri sangat berjuntai pada membaiknya konsumsi rumah tangga. Selama masyarakat tetap menahan belanja, industri elektronik diperkirakan tetap menghadapi tantangan untuk meningkatkan penjualan.

"Semua unsur itu terjadi baik alias tidaknya lagi-lagi kembali pada permintaan masyarakat itu sendiri." ujar Deny.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya