Ilustrasi.(Magnific)
SEORANG prankster asal Ukraina, Yevhen Volnov, dilaporkan sukses menyusup dan meretas rapat virtual rahasia nan dihadiri oleh puluhan pejabat Kementerian Pertahanan Rusia. Aksi ini memicu kepanikan massal di tengah pembahasan anggaran pasokan militer untuk perang di Ukraina.
Volnov, nan mempunyai nama original Mykyta Kuvikov, menyamar sebagai peserta nan mendukung perang sebelum akhirnya mengungkap identitasnya. Dalam rekaman nan beredar, laki-laki berumur 39 tahun itu memberikan peringatan keras kepada sekitar 50 peserta rapat, termasuk kepala pabrik pertahanan dan pejabat pengedaran peralatan militer.
"SBU (intelijen Ukraina) sedang mengawasi dan bakal mendatangi kalian satu per satu. Bersiaplah. Kami mempunyai info tentang kalian semua," tegas Volnov kepada para peserta nan tampak terkejut.
Ancaman di Tengah Pembahasan Anggaran
Rapat tersebut awalnya diagendakan untuk membahas alokasi anggaran bagi tentara Rusia. Volnov memulainya dengan melontarkan pertanyaan tajam mengenai efektivitas pertahanan Rusia terhadap serangan udara Ukraina.
"Dengar, sementara kita mendiskusikan semua ini di sini, drone Ukraina sudah mencapai semua pabrik kita. Katakan langsung kepada saya: apakah ada duit dalam anggaran untuk sistem peperangan elektronik? Atau ini bakal berhujung dengan serangan drone, diikuti penjara lantaran kandas memenuhi tenggat waktu?" tanyanya.
Salah satu pejabat nan bingung sempat merespons dengan menyebutnya sebagai pertanyaan nan agak aneh, sebelum akhirnya menyadari bahwa pertemuan mereka telah disusupi.
Tudingan Kejahatan Perang
Dalam aksinya, Volnov tidak hanya menakut-nakuti secara fisik, tetapi juga menuding para pejabat tersebut sebagai kaki tangan rezim nan bertanggung jawab atas tumpahnya darah penduduk sipil.
"Kalian tahu apa nan kalian lakukan. Kalian tahu bahwa darah orang-orang tidak berdosa, anak-anak, dan wanita ada di tangan kalian. Bagaimana kalian bisa tidur nyenyak setelah itu?" ujar Volnov.
Situasi berubah menjadi kacau ketika para pejabat Rusia mulai saling bertanya mengenai identitas penyelundup tersebut. "Siapa provokator ini?" teriak salah satu pejabat. Yang lain menyebutnya idiot dan memerintahkan agar rapat segera ditutup.
Identifikasi Pejabat Rusia
Setelah tindakan peretasan tersebut, Volnov menyatakan bahwa tujuannya mengidentifikasi setiap perseorangan dan perusahaan nan terlibat dalam mesin perang Rusia. Ia mengeklaim sukses mengungkap wajah-wajah pejabat dan akun-akun nan digunakan untuk menyembunyikan dana.
"Efeknya instan. Lihat sendiri gimana para 'strategis' dan tikus instansi ini jatuh ke dalam kepanikan kolektif dan mulai meninggalkan konvensi satu per satu," kata Volnov. Ia menambahkan bahwa para pejabat tersebut bakal menghadapi akibat hukum, baik dari rakyat mereka sendiri maupun dari SBU setelah perang berakhir.
Yevhen Volnov dikenal sebagai aktivis perang info nan sering menggunakan teknik social engineering untuk menargetkan pihak Rusia. Selain melakukan tindakan peretasan, dia juga terlibat dalam jaringan pencetakan 3D militer berjulukan DrukArmy untuk mendukung pertahanan Ukraina. (Daily Mail/I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·