Waspada Ancaman Baru Konsumen di Era Digital: Hidden Cost Hingga AI

5 hari yang lalu 10

Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan jasa digital membikin tantangan perlindungan konsumen ikut berubah. Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mulai memberi perhatian terhadap praktik-praktik baru nan dinilai berpotensi merugikan masyarakat.

Ketua BPKN Muhammad Mufti Mubarok mengatakan, lembaganya telah menyusun sejumlah kajian terhadap isu-isu nan berkembang di era digital.

"Kita juga telah mengadukan kajian-kajian hidden cost (biaya tersembunyi), dark pattern, bank fee review, PMSC, paylater, aktivitas artificial intelligence, dan sebagainya," ungkap Mufti dalam Rapat Kerja (Raker) di DPR RI, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Kajian tersebut menjadi bagian dari upaya menyesuaikan perlindungan konsumen dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, pendekatan lama tidak lagi cukup menghadapi model upaya digital nan semakin kompleks.

"Oleh lantaran itu, berikut kami sampaikan arah penguatan perlindungan konsumen nasional menjadi konsentrasi BPKN ke depan ialah penguatan rekomendasi kebijakan berbasis bukti, membangun konsumen nan berdaya, memperkuat sistem penyelesaian pengaduan konsumen, memperkuat kerjasama nasional, menguatkan kelembagaan perlindungan konsumen, mendorong percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Konsumen nan baru," jelasnya.

Selain konsentrasi pada regulasi, BPKN juga terus menjalankan edukasi kepada masyarakat dan memperkuat jejaring perlindungan konsumen di beragam daerah. Langkah tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-haknya sebagai konsumen.

"Pada tahun 2025 BPKN berupaya melaksanakan tugas dan kegunaan secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip akuntabilitas, efektivitas, dan nan bermuara pada masyarakat. Dari pagu anggaran sebesar 6,7 miliar, sekali lagi 6,7 miliar, BPKN sukses merealisasikan anggaran sebesar 6,7 alias sekitar 99,5 persen. Dengan tiga kajian utama, dengan pengaduan 851 pengaduan, memberikan edukasi ribuan masyarakat, dan memperkuat LPKSM dan BPSK seluruh Indonesia," paparnya.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya