Waspada Batu Ginjal! Hindari 7 Jenis Makanan Ini dan Tips Menu Sehat

1 hari yang lalu 3
Waspada Batu Ginjal! Hindari 7 Jenis Makanan Ini dan Tips Menu Sehat 7 jenis makanan pemicu batu ginjal dan beralihlah ke pola makan ramah ginjal.(Dok. Magnific)

BATU ginjal merupakan gangguan saluran kemih serius nan dipicu oleh endapan mineral seperti kalsium alias masam urat nan mengeras menjadi kristal. Jika tidak segera ditangani, kristal ini dapat menyumbat saluran kemih dan menimbulkan nyeri dahsyat hingga urine berdarah.

Menurut data Siloam Hospitals, kondisi batu ginjal dengan ukuran di bawah 4 milimeter umumnya tetap dapat diatasi melalui perbaikan gaya hidup. Salah satu langkah krusial adalah membatasi konsumsi makanan tertentu nan memicu pembentukan kristal tersebut.

Berikut adalah tujuh makanan dan kebiasaan nan perlu diwaspadai:

  • Makanan Tinggi Garam: Natrium berlebih meningkatkan kadar kalsium dalam urine dan menurunkan sitrat penghambat batu. Hindari makanan sigap saji dan produk kalengan.
  • Protein Hewani Berlebihan: Daging merah dan telur dapat meningkatkan keasaman urine. Disarankan beranjak ke protein nabati seperti tempe alias tahu.
  • Gula Tambahan: Sukrosa dan fruktosa dalam minuman manis meningkatkan akibat pembentukan kalsium oksalat.
  • Makanan Tinggi Oksalat: Batasi konsumsi bayam, bit, cokelat, dan kacang-kacangan lantaran senyawa ini mudah berikatan dengan kalsium.
  • Kurang Cairan: Dehidrasi membikin urine pekat, sehingga mineral lebih sigap mengendap menjadi batu.
  • Suplemen Vitamin C Dosis Tinggi: Konsumsi vitamin C berlebih di luar rekomendasi master dapat meningkatkan kadar oksalat tubuh.
  • Obat-obatan Tanpa Resep: Penggunaan antibiotik alias antasida nan tidak terkontrol dapat berakibat jelek pada kegunaan ginjal.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan beranjak ke menu nan lebih ramah ginjal. Mengonsumsi buah sitrus seperti jeruk dan lemon sangat disarankan lantaran kandungan sitratnya bisa menghalang pembentukan batu. Selain itu, pastikan asupan air putih mencapai minimal dua liter per hari.

Pilihan makanan sehat lainnya meliputi brokoli, susu rendah lemak, serta kacang-kacangan seperti kacang polong dan kedelai. Namun, mengingat kondisi setiap pasien berbeda, konsultasi dengan tenaga medis tetap diperlukan untuk menentukan pola diet nan paling tepat. (Z-10)

Selengkapnya