Waspada Konsumsi Fruktosa Berlebih, Pakar Ungkap Risiko Asam Urat dan Hipertensi

1 hari yang lalu 4
Waspada Konsumsi Fruktosa Berlebih, Pakar Ungkap Risiko Asam Urat dan Hipertensi Ilustrasi(magnific)

BUAH-BUAHAN telah lama dikenal sebagai pilar pola makan sehat berkah kandungan vitamin dan nutrisinya. Namun, di kembali kesegaran dan rasa manisnya, terdapat kandungan fruktosa alias gula buah nan perlu diperhatikan secara saksama. Konsumsi nan tidak terkontrol justru dapat memicu beragam masalah kesehatan serius.

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof Antonius Suwanto, memberikan peringatan mengenai akibat konsumsi fruktosa berlebihan. Menurutnya, asupan gula buah nan melampaui pemisah dapat meningkatkan akibat asam urat, hipertensi, hingga gangguan metabolisme sistemik.

Mekanisme Fruktosa dalam Tubuh

Fruktosa adalah jenis gula sederhana nan secara alami ditemukan pada buah-buahan, terutama nan mempunyai tingkat kemanisan tinggi. Namun, sumber fruktosa saat ini tidak hanya terbatas pada buah, tetapi juga tersebar luas dalam gula pasir, minuman kemasan, permen, hingga makanan olahan.

Prof Antonius menjelaskan bahwa tubuh memproses fruktosa dengan langkah nan sangat berbeda dibandingkan glukosa. Perbedaan mendasar ini menjadi kunci kenapa fruktosa bisa menjadi pemicu penyakit jika dikonsumsi berlebih.

Aspek Perbandingan Glukosa Fruktosa
Pemanfaatan Sel Digunakan oleh nyaris seluruh sel tubuh sebagai energi. Sebagian besar dimetabolisme hanya di organ hati.
Hasil Akhir Energi siap pakai. Langsung diubah menjadi lemak (lipogenesis).
Efek Samping Proses Relatif stabil bagi metabolisme. Membutuhkan ATP besar, menghasilkan produk samping masam urat.

Kaitan Fruktosa dengan Asam Urat dan Hipertensi

"Kalau ada banyak fruktosa dikonsumsi, itu bakal dijadikan lemak dan akhirnya bakal ada produk sampingnya berupa masam urat," ujar Prof Antonius dalam tayangan IPB Podcast di kanal YouTube IPB TV. Proses ini melibatkan penggunaan daya adenosin trifosfat (ATP) dalam jumlah besar nan kemudian dikonversi menjadi senyawa masam urat.

Lebih lanjut, master mikrobiologi dan genetika molekuler ini memaparkan bahwa akibat masam urat tidak berakhir pada nyeri sendi alias gout. Tingginya kadar masam urat dapat mengurangi kesiapan nitric oxide, senyawa nan berfaedah menjaga kelenturan pembuluh darah. Tanpa nitric oxide nan cukup, pembuluh darah menjadi kaku, nan pada gilirannya memicu kenaikan tekanan darah alias hipertensi.

Evolusi nan Menjadi Ancaman

Menariknya, keahlian tubuh mengubah fruktosa menjadi lemak sebenarnya adalah warisan perkembangan untuk memperkuat hidup (survival mechanism). Pada masa lampau, buah hanya tersedia secara musiman. Tubuh manusia purba menyimpan fruktosa sebagai persediaan lemak agar bisa memperkuat saat sumber pangan susah ditemukan.

Namun, di era modern, kesiapan fruktosa melimpah sepanjang tahun melalui beragam produk industri.

"Dengan kondisi manusia sekarang, ada banyak sumber fruktosa di mana-mana. Kalau tidak mengonsumsinya dengan lebih bijaksana, nan tadinya untuk survival malah bisa menyebabkan penyakit," tegasnya.

Sebagai langkah preventif, masyarakat diimbau untuk tetap mengonsumsi buah namun dengan porsi nan seimbang dan memperhatikan tingkat kemanisannya. Pola makan bijak menjadi kunci utama untuk menghindari akibat obesitas dan gangguan metabolisme lainnya di masa depan. (Z-1)

Selengkapnya