Waspada Miopia Tinggi! Risiko Katarak dan Glaukoma Mengintai Usia Muda

12 jam yang lalu 3
Waspada Miopia Tinggi! Risiko Katarak dan Glaukoma Mengintai Usia Muda Risiko miopia dan katarak di usia muda.(Dok. River City Vision Center)

DOKTER ahli mata anak, Indah Saraswati, memperingatkan bahwa kondisi miopia alias rabun jauh nan terus berkembang hingga mencapai derajat tinggi dapat meningkatkan akibat komplikasi serius pada mata. Hal ini disebabkan oleh pemanjangan bola mata nan membikin saraf mata semakin menipis.

"Semakin panjang bola mata berfaedah minusnya semakin tinggi. Saraf mata bakal semakin tipis sehingga bisa terjadi makulopati, robekan retina, glaukoma, hingga katarak pada usia nan lebih muda," ujar Indah dilansir dari Antara, Selasa (21/7).

Miopia terjadi ketika bola mata memanjang, sehingga sinar nan masuk tidak difokuskan tepat di retina, melainkan di depannya. Berdasarkan laporan WHO dan Brien Holden Vision Institute tahun 2015, miopia tinggi didefinisikan sebagai kondisi kesalahan refraksi ekuivalen sferis ≤ –5,00 Dioptri pada salah satu mata.

Salah satu komplikasi nan paling diwaspadai adalah robekan retina. Penipisan retina seiring bertambahnya panjang bola mata dapat menyebabkan kerusakan saraf nan fatal. "Kalau saraf matanya sobek itu bisa bahaya. Bisa sampai buta gelap total," tegasnya.

Selain robekan retina, penderita miopia tinggi juga rentan terhadap makulopati alias gangguan pada bagian tengah retina. Kondisi ini dapat menurunkan kegunaan penglihatan secara permanen lantaran mengganggu keahlian mata untuk memandang objek secara tajam.

Risiko lainnya mencakup munculnya katarak pada usia nan jauh lebih muda dibandingkan populasi umum, serta glaukoma. Glaukoma merupakan kerusakan saraf mata nan jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan kehilangan penglihatan total.

Menghadapi tren ini, Indah menekankan bahwa penanganan miopia saat ini telah bergeser. Fokus utama bukan lagi sekadar memberikan kacamata agar pasien bisa memandang jelas, tetapi juga melakukan intervensi untuk memperlambat progresivitas penyakit.

"Target kami sekarang bukan hanya membikin anak bisa memandang jelas, tetapi memperlambat progresivitas miopia sehingga bola mata tidak terus memanjang," pungkasnya. (Z-10)

Selengkapnya