Persiapan sarana pendukung penanganan bencana, menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai puncak musim kemarau(Dok. PPBD Jatim)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) telah menyiapkan beragam sarana pendukung penanganan bencana, menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai puncak musim kemarau nan diperkirakan berjalan pada Juli hingga Agustus 2026.
“Kami siapkan beragam keperluan penanganan musibah di Jatim, apalagi kesiapan tahun ini jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kepala BPBD Jatim Gatot Subroto di Surabaya, Rabu (22/7).
Peralatan penanganan musibah nan berpotensi terjadi di musim kemarau, pihanya telah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana meliputi, mobil tangki air, pompa berkapasitas besar, kendaraan logistik, hingga peralatan komunikasi nan siap dikerahkan andaikan terjadi kebakaran.
Peralatan itu, kata Gatot, nan dimiliki BPBD Jatim, belum termasuk di BPBD di seluruh wilayah di Jawa Timur. Seluruh peralatan dipastikan dapat beraksi dengan baik oleh seluruh personel.
“Semua komando nan dilakukan oleh ketua di wilayah masing-masing, maupun di provinsi dipastikan bisa dilaksanakan dengan sigap dan tepat oleh seluruh abdi negara BNPB di Jawa Timur,” katanya.
Dalam penanganan puncak musim tandus ini, BPBD tidak dapat bekerja sendirian. Ia mengatakan BPBD bekerja-sama dengan TNI, Polri, Satpol PP, dan beberapa pihak mengenai untyk upaya nan masif dalam penanganan bencana. (H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·