Waspadai Penyakit Jantung Bawaan pada Anak, Kenali Gejala Bibir Kebiruan

4 hari yang lalu 12
Waspadai Penyakit Jantung Bawaan pada Anak, Kenali Gejala Bibir Kebiruan Ilustrasi(Magnific)

PENYAKIT jantung bawaan (congenital heart defect) merupakan kelainan pada struktur jantung nan sudah terbentuk sejak bayi tetap berada di dalam kandungan. Kondisi ini dapat memengaruhi langkah darah mengalir melalui jantung dan ke seluruh tubuh. 

Meski beberapa kasus tergolong ringan, sebagian lainnya dapat mengganggu pasokan oksigen dan memerlukan penanganan medis sejak dini. Karena gejalanya tidak selalu langsung terlihat, orangtua perlu memahami tanda-tanda nan dapat mengindikasikan adanya kelainan jantung pada anak.

Gejala nan Perlu Diwaspadai

Menurut Mayo Clinic, indikasi penyakit jantung bawaan berjuntai pada jenis dan tingkat keparahan kelainan nan dialami. Pada bayi baru lahir, salah satu tanda paling unik adalah bibir, lidah, alias kuku nan tampak kebiruan (sianosis). Kondisi ini menunjukkan kadar oksigen dalam darah lebih rendah dari normal.

Selain itu, bayi dapat mengalami napas cepat, kesulitan menyusu, berat badan nan susah bertambah, serta mudah capek saat menyusu. Sementara pada anak nan lebih besar, gejalanya bisa berupa sigap capek ketika bermain alias berolahraga, sesak napas saat beraktivitas, hingga pingsan setelah melakukan aktivitas fisik. Beberapa anak juga mengalami pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, alias area sekitar mata akibat gangguan kegunaan jantung.

Penyebab dan Faktor Risiko

Sebagian besar penyakit jantung bawaan belum diketahui penyebab pastinya. Namun, para mahir meyakini bahwa kondisi ini terjadi ketika perkembangan jantung janin terganggu pada awal masa kehamilan. Faktor genetik, riwayat keluarga, glukosuria nan tidak terkontrol selama kehamilan, jangkitan virus tertentu seperti rubella, hingga konsumsi obat-obatan tertentu saat mengandung dapat meningkatkan akibat bayi lahir dengan kelainan jantung.

Pentingnya Diagnosis Sejak Dini

Deteksi awal berkedudukan krusial untuk menentukan penanganan nan tepat. Dokter biasanya bakal melakukan pemeriksaan fisik, termasuk mendengarkan bunyi jantung. Jika dicurigai terdapat kelainan, pemeriksaan lanjutan seperti ekokardiografi, elektrokardiogram (EKG), foto rontgen dada, alias pulse oximetry dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis.

Dengan kemajuan teknologi medis, banyak anak dengan penyakit jantung bawaan dapat menjalani pengobatan, prosedur kateter, alias operasi nan memungkinkan mereka tumbuh dan beraktivitas secara normal. Oleh lantaran itu, orang tua sebaiknya segera memeriksakan anak ke master andaikan muncul tanda seperti bibir kebiruan, mudah lelah, sesak napas, alias berat badan nan tidak bertambah sesuai usia. (Mayo clinic/Z-2)

Selengkapnya