Wisata Air dan Tubing Curug Cisalada Siap Dongkrak Pariwisata Sukabumi

5 hari yang lalu 10
Wisata Air dan Tubing Curug Cisalada Siap Dongkrak Pariwisata Sukabumi Ilustrasi(Dok Istimewa)

POTENSI wisata alam di Kabupaten Sukabumi kembali mendapat dorongan untuk berkembang. Curug Cisalada di Desa Ambarjaya, Kecamatan Ciambar, sekarang dipersiapkan menjadi destinasi ekowisata berbasis masyarakat nan menawarkan pengalaman wisata air dan susur sungai (tubing), sekaligus membuka kesempatan baru bagi peningkatan ekonomi penduduk lewat pengelolaan pariwisata nan berkelanjutan.

Dikelilingi pemandangan air terjun nan tetap alami dan aliran sungai jernih, Curug Cisalada mempunyai daya tarik besar bagi visitor pencinta alam. Namun, pengembangan destinasi itu sekarang tetap menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari penataan kawasan, penguatan kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, promosi digital, dan akomodasi pendukung.

Untuk menjawab perihal itu, Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Hibah Bima Universitas Trisakti menghadirkan Program Lestari (Lingkungan, Ekowisata, Strategi, Tata Kelola, dan Promosi Terintegrasi). Program ini sebagai model pemberdayaan masyarakat nan mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pengembangan lokasi wisata berbasis komunitas.

Program nan didanai melalui Hibah Bima Tahun Anggaran 2026 dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) tersebut mengusung pendekatan Community-Based Tourism (CBT) dan Participatory Action Research (PAR), sehingga masyarakat jadi pelaku utama dalam merencanakan, mengelola, dan mengembangkan destinasi wisata.

Ketua Tim PkM Universitas Trisakti Dida Nurhaida mengatakan seluruh rangkaian aktivitas disusun berasas kebutuhan masyarakat setempat.
"Program ini diawali dengan identifikasi kebutuhan masyarakat agar setiap intervensi betul-betul sesuai kondisi lokal. Semangat Dari Analisis ke Aksi sebagai landasan menerjemahkan hasil kajian menjadi program pemberdayaan nan aplikatif," ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Tim PkM nan terdiri atas akademisi beragam disiplin pengetahuan berbareng 8 mahasiswa melakukan koordinasi sejak April 2026 dengan Pemerintah Desa Ambarjaya dan Pokdarwis. Memasuki Juni 2026, mereka menggelar survei lapangan, observasi, wawancara, hingga Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan potensi dan kebutuhan pengembangan area wisata.

Hasil kajian diwujudkan melalui 8 program terintegrasi sepanjang Juni hingga Juli 2026. Kegiatan meliputi penyusunan masterplan dan zonasi kawasan, workshop penguatan kelembagaan Pokdarwis, training strategi bisnis, training pemandu wisata berbasis keselamatan, pengembangan identitas visual destinasi, pendampingan promosi digital, training fotografi dan videografi, penataan area dan sistem kebersihan.

Menurut personil tim PkM Fajar Rezandi, penyusunan masterplan menjadi fondasi krusial agar pengembangan area wisata berjalan terarah. "Masterplan dan zonasi jadi referensi pengembangan area agar pembangunan fasilitas, jalur wisata, dan ruang pendukung berjalan secara terarah, bertahap, serta tetap menjaga keseimbangan antara pemanfaatan area dengan pelestarian lingkungan," katanya.

Sementara itu, Pongky Adhi Purnama menilai daya saing lokasi wisata saat ini juga ditentukan keahlian membangun gambaran di ruang digital.
"Di era digital, keputusan visitor berjamu sering diawali dari apa nan dilihat di media sosial. Karena itu, destinasi tidak cukup mengandalkan keelokan alam, tetapi juga memerlukan identitas visual kuat melalui nama, logo, dan komunikasi visual nan merepresentasikan karakter destinasi," ujarnya.

Selain memperkuat promosi, program pendampingan juga diarahkan pada peningkatan mutu jasa wisata. Harris Effendi mengatakan pengalaman visitor jadi aspek krusial dalam membangun reputasi sebuah destinasi.
"Destinasi nan baik tidak hanya menawarkan pemandangan alam, tetapi juga pengalaman wisata aman, nyaman, dan berkesan. Karena itu, pendampingan diarahkan pada peningkatan pelayanan, keselamatan wisata, dan penataan kawasan," katanya.

Kepala Desa Ambarjaya Eman Suherman mengapresiasi kerjasama perguruan tinggi, pemerintah desa dan Pokdarwis guna mengembangkan Curug Cisalada. "Kami apresiasi komitmen Universitas Trisakti nan tak hanya memberi pelatihan, tetapi juga mendampingi masyarakat sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Kami minta Program Lestari jadi fondasi pengembangan Curug Cisalada guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya.

Pendampingan terus bersambung hingga Desember 2026 lewat monitoring dan pertimbangan berkala. Fokus aktivitas meliputi penerapan masterplan kawasan, penguatan tata kelola Pokdarwis, promosi digital, peningkatan kualitas jasa wisata, pengelolaan kebersihan dan akomodasi pendukung. (H-2)

Selengkapnya