WSJ: Iran Ekspor 70 Juta Barel Minyak Senilai Rp108 Triliun saat Gencatan Senjata

1 hari yang lalu 4
 Iran Ekspor 70 Juta Barel Minyak Senilai Rp108 Triliun saat Gencatan Senjata Ilustrasi - Situasi di Selat Hormuz.(Tasnim)

IRAN mengekspor sekitar 70 juta barel minyak mentah senilai US$5-US$6 miliar selama periode gencatan senjata singkat dengan Amerika Serikat (AS), menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ) seperti dikutip Fars News,Senin (20/7).

Dengan menggunakan kurs tengah Rp18.041 per US$1 pada 17 Juli, nilai ekspor tersebut setara dengan sekitar Rp90,2 triliun untuk US$5 miliar dan Rp108,2 triliun untuk US$6 miliar.

Menurut laporan WSJ, sekitar 20 kapal tanker Iran berlayar menuju Asia pada pertengahan Juni hingga pertengahan Juli. Ekspor tersebut berjalan setelah AS pada 22 Juni menerbitkan lisensi umum nan mengizinkan produksi, pasokan, dan penjualan minyak serta produk minyak Iran.

Namun, Departemen Keuangan AS mencabut lisensi tersebut pada 7 Juli. Kebijakan nan sebelumnya memberikan kelonggaran terhadap hukuman sektor minyak Iran itu sedianya bertindak hingga 21 Agustus.

Kecam Pencabutan Kelonggaran Sanksi

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keputusan Washington mencabut kelonggaran hukuman terhadap ekspor minyak Iran. Teheran menilai langkah tersebut merupakan pelanggaran terhadap nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) nan telah disepakati kedua negara.

Teheran memperingatkan AS bahwa Washington bakal memikul tanggung jawab penuh atas setiap akibat nan timbul akibat pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut.

Laporan WSJ mengenai ekspor minyak Iran senilai miliaran dolar itu menunjukkan bahwa periode kelonggaran hukuman memberikan ruang bagi Teheran untuk kembali mengirim minyak ke pasar Asia sebelum pembatasan AS diberlakukan kembali. (B-3)

Selengkapnya