Xavi Hernandez(FC Barcelona)
MANTAN pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, secara terbuka mengungkapkan ambisi barunya di bumi kepelatihan. Juru strategi asal Spanyol tersebut mengaku sekarang lebih tertarik untuk menukari tim nasional (timnas) daripada klub, sebuah keputusan nan dia ambil demi menjaga keseimbangan kondisi keluarganya saat ini.
Xavi menilai, intensitas dan almanak kerja di level klub terlalu menyita waktu sehingga membuatnya kehilangan momen berbareng anak-anaknya nan tetap dalam masa pertumbuhan.
"Saya katakan secara terbuka, itu bisa menjadi pilihan nan sangat cocok bagi saya," ujar Xavi saat berbincang kepada media Spanyol, RNE, pada Sabtu (18/7).
"Saya tetap mempunyai anak-anak nan tetap kecil," lanjutnya menjelaskan argumen di kembali preferensi pekerjaan barunya tersebut
Rekam Jejak Kepelatihan Xavi
Xavi hingga saat ini belum kembali ke pinggir lapangan sejak menyudahi ikatan kerja dengan Barcelona pada Mei 2024 silam. Kendati kebersamaannya dengan Blaugrana berhujung setelah menutup musim tanpa gelar, reputasi pembimbing berumur 46 tahun ini tetap diperhitungkan di Eropa.
Berikut adalah rangkuman rekam jejak kepelatihan Xavi Hernandez sejauh ini:
- Al Sadd (Qatar): Mengawali pekerjaan manajerialnya di Timur Tengah dengan torehan impresif, ialah mempersembahkan 7 trofi juara sekaligus melambungkan namanya sebagai salah satu pembimbing muda paling potensial.
- Barcelona (Spanyol): Memimpin raksasa Catalan dalam 143 pertandingan resmi dengan catatan 90 kemenangan, 24 hasil imbang, dan 29 kekalahan. Ia sukses mempersembahkan gelar bergengsi La Liga Spanyol pada tahun 2023 serta satu trofi Piala Super Spanyol.
Incar Panggung Turnamen Mayor Internasional
Sebagai mantan gelandang legendaris, Xavi bukan orang baru di kancah internasional. Ia merupakan pilar krusial di lini tengah La Furia Roja saat menjuarai Piala Dunia 2010 dan mendominasi sepak bola Eropa.
Berbekal pengalaman masif sebagai pemain, legenda hidup Barcelona ini sekarang membidik sasaran tinggi untuk bisa merasakan atmosfer ketatnya turnamen mayor antarnegara dari bangku ahli taktik.
"Saya juga mau merasakan pengalaman sebagai pembimbing di Piala Dunia, Piala Eropa, Piala Afrika, alias Piala Asia," pungkas Xavi menutup wawancara. (Ant/P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·