Volodymyr Zelensky berjumpa PM Polandia Donald Tusk(Media Sosial X)
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melanjutkan agenda diplomatiknya dengan mengunjungi Polandia setelah berjumpa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington. Kunjungan ini menjadi momentum krusial untuk membahas support terhadap Ukraina sekaligus memperbaiki hubungan Kyiv-Warsawa nan sempat memanas.
Kedatangan Zelensky di kota nan berada di wilayah timur Polandia itu dikonfirmasi instansi buletin pemerintah Ukraina, Ukrinform. Selama berada di Lublin, Zelensky dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk untuk membahas hasil kunjungannya ke Washington serta perkembangan terbaru mengenai support bagi Ukraina.
Kantor Perdana Menteri Polandia menyatakan pembicaraan kedua pemimpin bakal berfokus pada hasil pertemuan Zelensky dengan Trump serta langkah lanjutan dalam kerja sama antara Polandia dan Ukraina.
Sehari sebelumnya, Zelensky berjumpa Trump di Ruang Oval Gedung Putih. Usai pertemuan tersebut, dia menyebut pembicaraan berjalan positif dan menghasilkan sejumlah kesepahaman mengenai kerja sama pertahanan.
"Presiden dan saya membahas lisensi untuk produksi rudal pencegat Patriot dan beberapa buahpikiran lain nan dapat membantu. Kami juga berbincang tentang diplomasi, krusial agar proses diplomatik dihidupkan kembali," kata Zelensky melalui akun X dilansir Anadolu, Kamis (30/7).
Zelensky menambahkan bahwa kedua pihak bakal menindaklanjuti pembahasan tersebut melalui komunikasi lanjutan.
"Tim kami bakal mengatur perincian untuk komunikasi lebih lanjut," ujarnya seraya mengucapkan terima kasih kepada Amerika Serikat atas support nan kuat.
Selain berjumpa Trump, Zelensky juga menghadiri pemakaman mendiang Senator AS Lindsey Graham serta menggelar pertemuan dengan Presiden Finlandia Alexander Stubb dan sejumlah senator dari Partai Republik maupun Demokrat.
Pada hari nan sama, Senat Amerika Serikat mengesahkan pemungutan bunyi pertama terhadap Lindsey O. Graham Sanctions Act 2026, nan mengusulkan hukuman tambahan terhadap Rusia dan Iran.
Kunjungan ke Polandia menjadi lawatan pertama Zelensky sejak hubungan Kyiv dan Warsawa sempat memanas bulan lalu.
Ketegangan dipicu keputusan Zelensky memberikan nama Tentara Pemberontak Ukraina (UPA) kepada salah satu unit militer, sebuah golongan nan dipandang sebagai simbol perlawanan di Ukraina, namun dikenang di Polandia lantaran pembantaian terhadap puluhan ribu penduduk sipil Polandia pada masa Perang Dunia II.
Sebagai respons, Presiden Polandia Karol Nawrocki mencabut penghargaan Order of the White Eagle nan sebelumnya diberikan kepada Zelensky.
Nawrocki menegaskan keputusan tersebut diambil lantaran penghormatan terhadap UPA dianggap melukai ingatan para korban Polandia, meski tidak mengubah support negaranya terhadap perjuangan Ukraina menghadapi Rusia.
Menanggapi polemik itu, Zelensky menyatakan siap mengembalikan penghargaan tersebut sebagai corak itikad baik.
"Kyiv bakal tetap terbuka terhadap semua format keterlibatan nan berarti dengan Warsawa untuk berupaya menghindari interpretasi nan bertentangan tentang bab-bab susah dan menyakitkan dari masa lampau kita berbareng dan untuk memastikan penghormatan nan layak bagi semua korban tak bersalah di abad ke-20," katanya.
Dalam beberapa pekan terakhir, kedua negara terus berupaya memperbaiki hubungan bilateral. Awal bulan ini, Zelensky menegaskan pentingnya membangun hubungan bertetangga nan saling menghormati.
"Kita semua di Eropa memerlukan hubungan bertetangga nan baik, setara, dan saling menguntungkan nan dibangun atas dasar rasa hormat," ucapnya.
Pernyataan itu disambut positif oleh Perdana Menteri Donald Tusk.
"Kami siap untuk perbincangan nan serius dan ramah tentang isu-isu nan menyatukan kita dan isu-isu nan memecah belah kita saat ini," pungkas Tusk. (Z-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·