Zelenskyy Minta Putin Sepakati Gencatan Senjata

2 jam yang lalu 4
Zelenskyy Minta Putin Sepakati Gencatan Senjata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.(AFP)

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan potensi gencatan senjata di negaranya bakal "lebih baik" daripada melanjutkan perang selama 10 hingga 20 tahun lagi demi meraih kemenangan.

Dalam wawancara dengan pemengaruh (influencer) Amerika Serikat Laura Loomer, nan dibagikan melalui platform media sosial X, Jumat (24/7), Zelenskyy mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memahami bahwa Ukraina menginginkan perang dengan Rusia segera berakhir.

"Sebelumnya, ada banyak bunyi nan mengatakan bahwa Ukraina tidak mau berhenti," kata Zelenskyy.

Ia mengatakan Ukraina belum meninggalkan tujuannya untuk meraih "kemenangan", namun sekarang lebih memusatkan perhatian pada keselamatan jiwa manusia. "Jadi, jika besok kita dapat menghentikan perang untuk mencapai gencatan senjata, itu lebih baik daripada bertempur selama 10 hingga 20 tahun demi kemenangan dan kehilangan rakyat kita," ujar Zelenskyy.

Ia beranggapan bahwa tumbuhnya kepercayaan Trump terhadap dirinya menjadi aspek nan "penting" dan "kunci" dalam perubahan nada hubungan keduanya.

Mengenai hubungannya dengan Trump, Zelenskyy menyoroti pertemuan empat mata mereka di Vatikan pada April 2025 sebagai "momen perubahan pertama", ketika hubungan keduanya berubah hanya dalam waktu 15 hingga 20 menit. Zelenskyy mengatakan tidak ada seorang pun nan datang dalam pertemuan tersebut.

"Saya sangat senang lantaran begitu banyak nyawa berjuntai pada hubungan dan perbincangan seperti itu," katanya.

Presiden Ukraina itu juga kembali menegaskan kesiapan untuk menandatangani perjanjian tenteram dengan Rusia. Ia mengatakan dirinya selalu menyampaikan kepada Trump bahwa dia siap datang ke Amerika Serikat untuk menandatangani kesepakatan tersebut.

Selain itu, Zelenskyy juga berbincang mengenai pesawat nirawak alias drone. Ia mengatakan Ukraina berambisi dapat merampungkan "kesepakatan drone terbesar, khususnya dengan Amerika Serikat", seraya menambahkan bahwa Washington telah memperoleh pengalaman dari Ukraina dalam bagian tersebut. (Ant/P-3)

Selengkapnya