Zulhas Akhirnya Ungkap Ini Bedanya Kopdes dengan Alfamart-Indomaret Cs

1 hari yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak dibentuk sebagai warung alias toko serba ada. Menurutnya, kegunaan utama koperasi tersebut adalah menjadi prasarana pemerintah untuk menyalurkan support dan peralatan bersubsidi, sekaligus menjadi offtaker nan menyerap hasil produksi masyarakat.

Zulhas mengatakan, pemerintah selama ini kerap mendapat dugaan bahwa Koperasi Merah Putih bakal beraksi layaknya supermarket. Padahal, peran utamanya jauh lebih strategis, lantaran menjadi perpanjangan tangan pemerintah hingga ke tingkat desa.

"Nah, sebagaimana sudah dijelaskan berkali-kali, Kopdes ini dia adalah prasarana pemerintah. Infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan-bantuan, barang-barang nan bersubsidi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Termasuk kelak jika ada operasi pasar, lantaran tiap desa bakal ada Kopdes alias Koperasi Kelurahan," kata Zulhas dalam konvensi pers di Auditorium Graha Mandiri, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Selain menjadi jalur penyaluran bantuan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga bakal berfaedah sebagai offtaker nan membeli hasil panen masyarakat sesuai nilai nan telah ditetapkan pemerintah andaikan nilai di tingkat petani jatuh.

"Nomor dua, dia secara berjenjang bakal menjadi offtaker. Misalnya nilai gabah diputuskan pemerintah Rp6.500(per kg), di situ gabahnya Rp5.000, maka kelak nan bakal membeli, mengambil alih, adalah Koperasi Desa Merah Putih sebagai offtaker," ujarnya.

Salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terus dipercepat pengerjaan fisiknya. Di salah satu desa terpencil di Jawa Barat Selatan, Desa Padasuka, Kecamatan Cibinong, progres bentuk sudah tahap finisihing. (CNBC Indonesia/Suhendra)Salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terus dipercepat pengerjaan fisiknya. Di salah satu desa terpencil di Jawa Barat Selatan, Desa Padasuka, Kecamatan Cibinong, progres bentuk sudah tahap finisihing. (CNBC Indonesia/Suhendra) Foto: Salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terus dipercepat pengerjaan fisiknya. Di salah satu desa terpencil di Jawa Barat Selatan, Desa Padasuka, Kecamatan Cibinong, progres bentuk sudah tahap finisihing. (CNBC Indonesia/Suhendra)

"Jadi saudara-saudara, itu kegunaan utamanya. Jadi jangan dibayangkan Kopdes itu supermarket seperti toko serba ada, bukan, ya. Nanti jika dia lebih komplit lagi, itu nanti. Tapi sementara dia adalah prasarana pemerintah dan juga sebagai offtaker," sambung dia.

Zulhas menjelaskan, kegunaan tersebut bakal diperkuat melalui Peraturan Presiden (Perpres) nan tengah disiapkan pemerintah. Nantinya, penyaluran support pangan, pupuk bersubsidi hingga operasi pasar bakal dilakukan melalui Koperasi Merah Putih.

"Itu kelak bantunya dari Bapanas langsung ke Kopdes. Kopdes nan bagi, gitu. Sekaligus kelak bisa diseleksi lagi kan bener nggak tepat sasaran alias tidak. Itu bantuan," jelas Zulhas.

"Ada juga subsidi. Subsidi itu apa misalnya? Pupuk. Ya pupuk kelak langsung Kopdes, Kopdes nan ke rakyat. Kan tiap desa kan ada, sawah petani kan ada di desa kan. Ah, jadi kelak penyaluran pupuk itu melalui Koperasi Desa Merah Putih alias jika untuk ikan ya Kampung Nelayan Merah Putih, gitu ya. Apa lagi misalnya? Jadi dia subsidi dan bantuan, itu melalui prasarana pemerintah ya" lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto juga menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak bakal berubah menjadi warung nan bersaing dengan upaya mini di desa. Menurutnya, koperasi hanya bakal memprioritaskan penyaluran barang-barang bersubsidi sehingga tidak mematikan warung kelontong nan sudah ada.

"Kan utamanya nan peralatan bersubsidi saja nan diutamakan. Dan insya Allah tidak bakal mematikan warung-warung mini alias warung-warung kelontong nan ada di desa. Nanti bakal diatur sedemikian rupa sehingga semuanya tetap hidup dan tetap kuat," kata Yandri saat ditemui usai konvensi pers.

Yandri juga memastikan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak bakal berbenturan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keduanya justru didorong untuk saling melengkapi sesuai bagian usahanya masing-masing.

"BUMDes dengan Kopdes kerjasamanya bagus, kolaborasi. Karena jika BUMDes selama ini memang dia sudah punya unit upaya secara unik ya. Misalkan, BUMDes selama ini mengelola desa wisata, kan tidak ada beririsan dengan Kopdes. Nanti Kopdes bisa menyiapkan kebutuhan desa wisata itu," jelasnya.

"Kemudian selama ini juga misalkan BUMDes itu menyiapkan desa ekspor, tidak beririsan dengan Koperasi Desa Merah Putih. Kerjasama saja, kerjasama antara BUMDes dan Kopdes. Tidak bakal saling meniadakan dan tidak bakal saling menjatuhkan, justru saling menguatkan," pungkas dia.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya