Zulhas Ungkap Program Besar Tidak Kalah dari Kopdes Merah Putih

12 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mematangkan program Kampung Budi Daya Tematik nan ditargetkan menjangkau 40 ribu desa hingga 2029. Program ini disiapkan untuk memperkuat kemandirian pangan dan protein di tingkat desa, sekaligus mendongkrak ekspor perikanan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, program tersebut merupakan pekerjaan besar nan tidak kalah krusial dibanding Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya, pembangunan kampung budi daya tematik menjadi salah satu strategi agar desa bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

"Itu pekerjaan sangat besar juga, tidak kalah dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan menyangkut pekerjaan nan sangat mendasar gimana desa-desa itu berdikari protein, berdikari pangan, karbohidrat, dan bisa tumbuh ekonominya," kata Zulhas saat ditemui di Kantor KKP usai Rakortas dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Zulhas menjelaskan, penyelenggaraan program tersebut melibatkan banyak kementerian dan lembaga. Kementerian Dalam Negeri bakal berkedudukan mengoordinasikan pemerintah daerah, Kementerian ESDM menyiapkan support kelistrikan, Kementerian Desa membantu penyediaan lahan, serta sejumlah kementerian lainnya sesuai tugas masing-masing.

Ia menegaskan, Kampung Budi Daya Tematik berbeda dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) nan dibangun di area pesisir. Program baru ini justru menyasar desa-desa di wilayah daratan untuk mengembangkan budi daya ikan.

"Bukan [di pantai], ini desa, tiap desa. Di darat, ini di darat lain lagi [dari KNMP]. Darat ya darat, agar kita itu berdikari swasembada ikan, protein, dan kita menjadi kekuatan eksportir terbesar," ujarnya.

Zulhas menilai, pengembangan budi daya ikan secara terintegrasi bakal membuka kesempatan ekspor nan lebih besar. Ia mencontohkan kebutuhan ikan patin di Arab Saudi untuk melayani jemaah haji Indonesia nan mencapai sekitar 200 ribu orang setiap tahun.

"Kita enggak bisa, enggak cukup. Kita mungkin bisa nyembelih [ikan] 10 ton sudah, lantaran kita enggak ada budi daya. Nah jika kita punya seperti itu kan tergantung permintaan orang kan, mau ikan apa, kita tinggal siapin bibitnya," tutur Zulhas.

Adapun komoditas ikan nan bakal dibudidayakan nantinya bakal beragam. Namun, rincian jenis ikan nan masuk dalam program tersebut tetap dalam tahap penyusunan.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb. Haeru Rahayu memastikan anggaran program Kampung Budi Daya Tematik telah tersedia sehingga pelaksanaannya dapat segera dimulai. KKP menargetkan pembangunan program tersebut mulai melangkah pada Agustus 2026.

Saat ini, KKP tetap melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, kepala desa, Kementerian Desa, serta Kementerian Dalam Negeri untuk mempersiapkan penyelenggaraan program di lapangan.

"Sekarang sudah mulai di lapangan, sudah masuk, sudah koordinasi. (Programnya) mulai itu kan artinya dimulai dari koordinasi sampai terlaksana," kata Haeru.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya