10 Orang Tewas Usai Rudal Rusia Hantam Kapal Kargo di Odesa

1 hari yang lalu 6
10 Orang Tewas Usai Rudal Rusia Hantam Kapal Kargo di Odesa Serangan terhadap kapal kargo di Laut Hitam meningkat seiring upaya Rusia untuk mengganggu koridor ekspor maritim terakhir di luar Ukraina.(Andrii Sybiha)

KORBAN tewas akibat serangan rudal Rusia nan menghantam kapal kargo di lepas pantai Odesa, Ukraina, melonjak menjadi 10 orang. Serangan mematikan ini terjadi di tengah intensifnya gempuran Rusia terhadap jalur pelayaran komersial di Laut Hitam.

Kapal kargo Golden Leo berbendera Guinea-Bissau tersebut dihantam rudal jelajah Rusia pada hari Minggu hingga memicu kebakaran hebat. Otoritas Pelabuhan Laut Ukraina mengonfirmasi bahwa korban tewas mencakup sembilan kru kapal dan satu pilot pelabuhan. Kementerian Luar Negeri India kemudian mengonfirmasi empat warganya turut menjadi korban tewas.

"Membahayakan personil awak kapal alias merintangi kebebasan navigasi adalah perihal nan patut disayangkan dan kudu dihindari," tegas Kementerian Luar Negeri India.

Serangan ini menjadi kejadian paling mematikan terhadap kapal komersial di Laut Hitam belakangan ini. Kepala wilayah Odesa, Oleh Kiper, mencatat bahwa 28 orang tewas akibat gempuran Rusia di wilayah Odesa sepanjang bulan Juli saja.

Langkah Rusia meningkatkan serangan ke kapal kargo dinilai bermaksud menakut-nakuti perusahaan asing agar tidak membeli produk Ukraina alias menggunakan jalur pelayaran Laut Hitam. Padahal, ekspor maritim menyumbang lebih dari dua pertiga ekspor pertanian Ukraina dengan nilai mencapai sekitar US$9 miliar (sekitar Rp145 triliun), sumber pendapatan vital bagi Kyiv.

Menanggapi situasi nan memburuk, Perdana Menteri Ukraina Serhiy Koretskyi mengumumkan langkah antisipasi dari pemerintah dan komando militer.

"Kami sedang menyiapkan keputusan nan bakal meningkatkan keamanan navigasi serta membantu melindungi kapal sipil dan pelaut dari serangan Rusia," ujar Koretskyi pada Minggu.

Eskalasi serangan juga memicu pertumpahan darah di wilayah lain. Pihak PBB mencatat bulan Juni sebagai periode dengan jumlah korban sipil Ukraina tertinggi sejak April 2022, di mana sedikitnya 293 penduduk sipil tewas dan 1.990 lainnya luka-luka.

Sementara itu, pihak Ukraina juga terus membalas dengan menggempur akomodasi logistik serta depot minyak di wilayah Moskow. Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menyatakan pihak Kyiv meluncurkan 400 drone ke wilayah tersebut, nan mengakibatkan 10 orang luka-luka. Di wilayah perbatasan Belgorod, serangan drone Ukraina ke sebuah bus juga dilaporkan menewaskan lima orang, meski belum ada komentar resmi dari Kyiv. (BBC/Z-2)

Selengkapnya