ilustrasi kebakaran rimba di Prancis sejak awal tahun ini telah menghanguskan 11.000 hektare.(Anadolu)
KEBAKARAN rimba di Prancis kali ini telah melampaui total luas area nan terbakar pada tahun lampau dengan mencatatkan nyaris 11.000 hektare, dengan sekitar 35.000 hektare lain terdampak.
“Ini berfaedah selama tiga pekan terakhir, petugas pemadam kebakaran di seluruh negeri kudu menangani antara 250 hingga 300 kebakaran secara bersamaan,” kata Direktur Jenderal Perlindungan Sipil Julien Marion saat mendampingi kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Hutan Fontainebleau pada Kamis (16/7).
Marion mengatakan masing-masing dari tiga kebakaran rimba nan tetap aktif telah melalap lebih dari 1.000 hektare lahan, meskipun pemerintah telah mengerahkan sumber daya pemadaman dalam skala besar.
Ia menambahkan akibat kebakaran rimba sekarang tidak lagi terbatas di wilayah selatan Prancis. Sekitar 50 departemen sekarang dikategorikan sebagai area rimba berisiko tinggi, termasuk Cotes-d'Armor di Brittany dan Seine-et-Marne di dekat Paris.
Menurut Marion, meluasnya wilayah berisiko tinggi memaksa pihak berkuasa untuk menyebarkan sumber daya pemadaman ke area nan jauh lebih luas, sehingga menambah tantangan operasional.
Berdasarkan info Kantor Kehutanan Nasional Prancis (National Forest Office), nyaris 15.000 kebakaran sepanjang 2025 terjadi di Prancis. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 30.000 hektare rimba dan vegetasi lainnya.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1.800 diklasifikasikan sebagai kebakaran hutan, dengan luas area terdampak nyaris 20.000 hektare, termasuk kebakaran besar di Pegunungan Corbieres di Departemen Aude, Prancis selatan, pada Agustus.
Menyinggung penyelidikan atas kebakaran di Hutan Fontainebleau, nan menurut otoritas sengaja dipicu, Macron mengatakan sejumlah tersangka telah ditangkap. “Pesan nan disampaikan jelas: tidak bakal ada nan dibiarkan begitu saja,” katanya, seraya berjanji toleransi nol bagi mereka nan bertanggung jawab atas kebakaran.
Macron juga mengatakan Prancis bekerja sama dengan lima negara Eropa lainnya untuk melakukan pemesanan berbareng pesawat pemadam kebakaran Canadair. Menurutnya, kerja sama tersebut sukses menghidupkan kembali produksi pesawat nan sebelumnya sempat dihentikan.
Saat ini Prancis mengoperasikan 12 pesawat pengebom air Canadair dan delapan pesawat Dash. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengatakan armada tersebut bertambah menjadi sekitar 40 pesawat dengan tambahan pesawat sewaan dan helikopter pembom air. (Ant/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·