12 Warga Palestina Tewas Termasuk Satu Keluarga saat Serangan Udara Israel Kembali Hantam Gaza

4 jam yang lalu 3
12 Warga Palestina Tewas Termasuk Satu Keluarga saat Serangan Udara Israel Kembali Hantam Gaza Serangan Israel ke Gaza(Viory)

GELOMBANG serangan terbaru militer Israel di Jalur Gaza kembali menelan korban jiwa. Menurut keterangan petugas medis setempat, sedikitnya 12 penduduk Palestina, termasuk enam orang personil dari satu keluarga, tewas dalam tiga serangan udara terpisah nan dilancarkan pihak militer.

Serangan mematikan pertama menghantam sebuah apartemen di lingkungan al-Sabra, sebelah barat Kota Gaza. Rekaman video memperlihatkan kobaran api membakar kediaman tersebut pada malam hari.

Saudara kandung dari salah satu korban, Firas al-Masri, mengonfirmasi kepada BBC bahwa Firas tewas terbakar berbareng istrinya, Salsabeel, serta empat anak mereka nan berjulukan Faryal, Salma, Amira, dan Naim.

Pihak militer Israel menyatakan sasaran serangan tersebut adalah seorang personil golongan Hamas dan menyatakan tetap meneliti hasil dari operasi tersebut.

Eskalasi bersambung pada Selasa sore. Media lokal Palestina mengutip keterangan medis nan melaporkan empat orang tewas akibat serangan udara Israel nan menghantam sebuah rumah di wilayah al-Samar, pusat Kota Gaza. Tak lama berselang, dua orang lainnya tewas akibat serangan drone Israel nan menargetkan sebuah kendaraan di area al-Zahra, sebelah selatan Kota Gaza. Pihak militer Israel belum memberikan komentar mengenai dua serangan terakhir ini.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat setidaknya 1.168 penduduk Palestina telah gugur akibat serangan Israel sejak gencatan senjata bertindak Oktober lalu. Pada periode nan sama, empat prajurit Israel tewas dalam serangan pihak Palestina.

Kondisi nan kian memburuk ini memicu kecaman keras dari Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Juru bicara PBB, Thameen Al-Kheetan, membeberkan bahwa sepanjang 13 hingga 20 Juli, sedikitnya 57 penduduk Palestina, termasuk enam anak-anak dan delapan perempuan, tewas akibat serangan nan menyasar gedung tempat tinggal, tenda pengungsian, dan area padat penduduk.

Ia menambahkan, sebanyak 34 korban di antaranya tewas di letak nan berada sangat jauh dari Yellow Line, ialah garis wilayah di Gaza nan dikuasai oleh pasukan Israel.

"Sembilan bulan setelah pengumuman gencatan senjata, tetap saja, tidak ada tempat nan kondusif bagi penduduk Palestina di Gaza," tegas Al-Kheetan.

Al-Kheetan juga peringatkan bahwa pembunuhan terhadap penduduk sipil ini memicu kekhawatiran atas berlanjutnya pelanggaran norma kemanusiaan internasional, kejahatan perang, dan potensi kejahatan berat lainnya di Gaza.

Di sisi lain, militer Israel mengumumkan serangkaian serangan tersebut memang ditujukan kepada personil golongan bersenjata Palestina nan diduga terlibat dalam serangan ke Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan awal golongan tersebut menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 orang disandera.

Sebagai balasan, Israel melancarkan kampanye militer berskala besar di Gaza. Berdasarkan info Kementerian Kesehatan Gaza, operasi militer tersebut telah merenggut lebih dari 73.290 nyawa penduduk Palestina. (BBC/Z-2)

Selengkapnya