138 Kasus DBD di Kota Tasikmalaya, Didominasi Anak-anak

2 jam yang lalu 3
138 Kasus DBD di Kota Tasikmalaya, Didominasi Anak-anak Orang tua membopong dan mendampingi anaknya nan terjangkit demamberdarah dengue (DBD) di ruang melati lantai 5 RSUD Dr Soekardjo, KotaTasikmalaya. Kedua anak kembar tersebut, terjangkit positif DBD(MI/Kristiadi)

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tetap terus meningkat. Sejak Januari hingga Juli 2026 tercatat 138 penduduk positif nan didominasi pasien anak-anak. Peningkatan tersebut, menyebabkan beberapa orang kudu mendapat perawatan intensif.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih mengatakan kasus DBD meningkat lantaran aspek cuaca dan kesadaran masyarakat nan tetap rendah dalam  menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.

"Di musim tandus semestinya masyarakat melakukan aktivitas pemberantasan sarang nyamuk (PSN) agar jentik nyamuk di saluran air dan lainnya tak berkembang biak," ujar, Suryaningsih, Kamis (23/7/2026).

Menurut Suryaningsih, serangan nyamuk Aedes aegypty menyerang semua usia. Namun paling banyak anak-anak, mulai usia 0-5 tahun tercatat 31 kasus, usia 6-12 tahun 30 kasus, usia 13-18 tahun 22 kasus, usia 19-30 tahun 19 kasus, usia 31-50 tahun 25 kasus, usia 50 tahun 11 kasus. 

"Kasus DBD tersebar di 10 kecamatan. Kami meminta masyarakat selalu waspada, rutin membersihkan lingkungan sekitar rumah, lantaran tetap banyak penduduk abai dalam menguras air dalam bak mandi," katanya.

Ia menegaskan bahwa serangan nyamuk Aedes aegypty tidak memandang usia. Oleh lantaran itu, Dinas Kesehatan berupaya melakukan edukasi melalui aktivitas satu rumah satu jumantik (G1R1J) dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk menurunkan kasus DBD.

"Dikhawatirkan kasus DBD meningkat, mudah-mudahan tahun ini angkatnya menurun dan penduduk kudu selalu waspada membersihkan lingkungan sekitar rumah secara masif," pungkasnya. (H-4)
 

Selengkapnya