2.000 Balita Berisiko Stunting Mendapat Pendampingan

14 jam yang lalu 5
2.000 Balita Berisiko Stunting Mendapat Pendampingan Program pencegahan stunting di NTT menjangkau 2.000 balita.(Dok. K24)

SEBANYAK 2.000 balita nan berisiko mengalami stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat support nutrisi, skrining tumbuh kembang, dan jasa konsultasi kesehatan melalui Festival Sehat Ceria si Kecil nan digelar di Kupang dan Labuan Bajo pada Juli 2026.

Program tersebut menjangkau 1.500 balita di Kupang dan 500 balita di Labuan Bajo. Selain intervensi kepada anak, aktivitas ini memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pemenuhan nutrisi dan pentingnya pemantauan tumbuh kembang selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Di Labuan Bajo, edukasi juga diberikan oleh master ahli anak kepada kader posyandu, bidan, perawat, dan mahir gizi. Pelibatan tenaga kesehatan lokal diharapkan membikin upaya pencegahan stunting tidak berakhir pada pembagian support nutrisi, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan family di tingkat komunitas.

Festival berjalan di Kupang pada 23 Juli 2026 melalui kerjasama Apotek K-24 dan PT Sarihusada Generasi Mahardhika. Kegiatan serupa kemudian dilaksanakan di Labuan Bajo pada 25 Juli 2026 berbareng PT Nestlé Indonesia.

Founder dan Direktur Utama Apotek K-24, Gideon Hartono, mengatakan stunting tidak hanya berangkaian dengan tinggi badan anak, tetapi juga memengaruhi proses tumbuh kembang dan kualitas kesehatan generasi mendatang.

“Melalui Festival Sehat Ceria si Kecil, kami mau berkontribusi melalui edukasi, support nutrisi, dan kerjasama dengan beragam pihak,” kata Gideon.

Menurut dia, penanganan stunting memerlukan intervensi nan melibatkan anak, orang tua, tenaga kesehatan, pemerintah, dan sektor swasta. Edukasi kepada family menjadi krusial agar pemenuhan nutrisi dan pemantauan pertumbuhan anak dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kepala DP3AP2KB Provinsi NTT, Lien Adriany, nan datang mewakili Gubernur NTT, menekankan bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan kerja sama lintas sektor.

“Sinergi antara pemerintah, bumi usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan generasi nan lebih sehat,” ujarnya.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, juga menyatakan bahwa program edukasi dan pemberian nutrisi tersebut dapat mendukung upaya pemerintah wilayah dalam menekan kasus stunting.

Sales Director PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Rizki Imam Ardhi, mengatakan pemantauan tumbuh kembang dan pemenuhan nutrisi sejak awal perlu dipahami oleh semakin banyak keluarga.

“Setiap anak berkuasa memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Kami berambisi semakin banyak family memahami pentingnya pemantauan tumbuh kembang dan pemenuhan nutrisi sebagai langkah pencegahan stunting,” katanya.

Sementara itu, Medical Market Access PT Nestle Indonesia, Indah Dwi Puspita, mengatakan edukasi kepada kader posyandu dan tenaga kesehatan diperlukan untuk memperluas akibat program di masyarakat.

Festival Sehat Ceria si Kecil pertama kali diselenggarakan di Yogyakarta pada 2025. Pelaksanaan tahun ini menjadi bagian dari rangkaian aktivitas ulang tahun ke-24 Apotek K-24, berbarengan dengan pembukaan 17 gerai baru di sejumlah daerah.

Salah satu gerai tersebut berada di Jalan Van Bekkum, Kabupaten Manggarai Barat. Perusahaan menyatakan pembukaan gerai di wilayah itu ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap obat dan jasa kefarmasian selama 24 jam.

Saat ini, Apotek K-24 menyebut telah mengoperasikan lebih dari 880 gerai di 172 kota dan kabupaten nan tersebar di 29 provinsi. (Z-10)

Selengkapnya