Jakarta, CNBC Indonesia - Keiko Fujimori resmi dilantik sebagai presiden wanita pertama Peru nan terpilih melalui pemilu. Ia menjadi pemimpin konservatif terbaru nan berkuasa di Amerika Latin.
Dalam upacara pelantikan di Lima pada Selasa waktu setempat, Fujimori mengumumkan keadaan darurat. Wanita nan berumur 51 tahun mengatakan militer bakal memimpin sementara operasi keamanan di wilayah nan dilanda kejahatan selama kondisi darurat berlangsung, hingga ketertiban kembali pulih.
Dalam pidato pertamanya sebagai presiden, Fujimori mengatakan dirinya menerima Peru dalam kondisi nan "katastrofik". Namun, tegasnya, negara itu mempunyai potensi nan tidak terbatas.
"Selama keadaan darurat, angkatan bersenjata bakal mengambil alih sementara kepemimpinan dalam operasi keamanan," ujarnya dikutip dari Reuters dan BBC, Kamis (30/7/2026).
Fujimori mengalahkan kandidat kiri Roberto Sánchez dalam pemilihan putaran kedua nan berjalan sangat ketat, Juni lalu. Kemenangan tersebut merupakan upaya keempatnya untuk merebut bangku kepresidenan.
Kampanye keras melawan meningkatnya kejahatan menjadi salah satu konsentrasi utama. Ia mengumumkan bahwa militer dalam situasi tertentu bakal mengambil alih tugas menjaga ketertiban di wilayah dengan tingkat kejahatan tinggi.
Peru's President Keiko Fujimori waves as she steps out of the Congress after being sworn in as the country's new president, in Lima, Peru, July 28, 2026. REUTERS/Angela Ponce Foto: REUTERS/Angela Ponce
Peru saat ini menghadapi krisis keamanan terburuk dalam beberapa dasawarsa terakhir, dipicu oleh berkembangnya golongan pidana lokal maupun asing nan terlibat dalam pembunuhan penghasilan dan tindakan pemerasan. Pernyataan tersebut mengingatkan pada peran militer pada masa pemerintahan ayahnya, nan meninggal pada 2024.
Dalam kesempatan nan sama, Fujimori juga berjanji melindungi masyarakat dari akibat kejadian cuaca El Niño serta meningkatkan bayaran minimum. Ia menyoroti ketimpangan ekonomi Peru nan disebut sebagai salah satu nan tertinggi di Amerika Latin.
Keiko Fujimori menjadi presiden ke-10 Peru dalam satu dasawarsa terakhir. Periode politik Peru dalam beberapa tahun terakhir penuh gejolak, dengan tidak ada satu pun pemimpin nan sukses menyelesaikan masa kedudukan lima tahun secara penuh.
Sejumlah pejabat asing menghadiri pelantikannya di Lima. Termasuk para pemimpin sayap kanan dari Argentina, Ekuador, dan Chile.
(sef/sef)
Addsource on Google

53 menit yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·