ARTICLE AD BOX
Festival Salsa on St. Clair di Toronto berubah menjadi seram setelah tindakan baku tembak di tengah kerumunan 13.000 orang menewaskan dua warga.(CTV News)
KEGEMBIRAAN dalam pagelaran jalanan Latin terbesar di Kanada berubah menjadi tragedi mencekam. Dua orang tewas dan empat lainnya luka parah setelah setidaknya dua orang pelaku terlibat tindakan saling tembak di tengah kerumunan sekitar 13.000 visitor pagelaran Salsa on St. Clair di Toronto, Sabtu.
Wakil Kepala Kepolisian Toronto, Frank Barredo, mengonfirmasi total ada enam orang nan tertembak dalam kejadian tersebut. Pihak kepolisian meyakini beberapa tersangka saat ini tetap buron. Dua korban nan meninggal bumi diidentifikasi sebagai laki-laki, sementara empat korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Ini tampaknya merupakan tindakan saling tembak antara dua perseorangan nan saling menargetkan satu sama lain," kata Barredo dalam konvensi pers, seraya menambahkan bahwa penembakan tersebut "secara membabi buta menempatkan sejumlah besar orang dalam bahaya."
Pihak kepolisian telah memasang garis polisi di tiga tempat kejadian perkara (TKP) dan sukses menyita dua senjata api. Akibat penyelidikan nan tetap berlangsung, penyelenggara memutuskan untuk membatalkan hari kedua pagelaran nan semestinya berjalan pada hari Minggu.
Pengunjung Panik dan Ketakutan
Rekaman video dari media lokal memperlihatkan kepanikan massal saat para visitor pagelaran berlarian di trotoar untuk menyelamatkan diri. Puluhan kendaraan SUV polisi, mobil patroli, kendaraan taktis lapis baja, hingga ambulans langsung dikerahkan ke letak kejadian.
Joanna Lavoie, seorang wartawan media Kanada CP24 nan kebetulan sedang menghadiri pagelaran tersebut, menceritakan gimana suasana ceria langsung berubah mencekam begitu bunyi tembakan terdengar.
"Semua orang berada dalam ketidakpercayaan dan ketakutan. Itu adalah situasi nan menakutkan. Kami di sini untuk bersenang-senang... kami tidak menduga perihal seperti ini bakal terjadi, dan itu adalah perihal terakhir nan kami harapkan," ujar Lavoie.
Kesaksian serupa disampaikan oleh Valerie Rodriguez, nan sedang duduk di luar sebuah restoran saat kejadian terjadi. Ia memandang kerumunan orang berlarian sembari berteriak dan meminta semua orang untuk segera tiarap di lantai.
Kecaman dari Otoritas Setempat
Wali Kota Toronto, Olivia Chow, mengecam keras kejadian berdarah ini dan menyebutnya sebagai tindakan kekerasan nan keji. Ia berjanji bakal mengerahkan segala sumber daya nan ada untuk menangkap para pelaku.
"Saya bakal memastikan Polisi Toronto mempunyai setiap sumber daya nan mereka butuhkan untuk menemukan mereka nan bertanggung jawab, dan mereka bakal terus bekerja sepanjang waktu untuk menyingkirkan senjata dari jalanan kita," tegas Chow melalui pernyataannya di platform X.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, juga menyatakan dirinya merasa "ngeri" atas penembakan mematikan di pagelaran nan padat tersebut.
"Doa saya menyertai family nan bersungkawa atas orang-orang terkasih mereka... dan semua orang nan telah terdampak oleh peristiwa mengerikan ini," tulis Carney.
Meskipun kekerasan bersenjata nan mematikan tergolong lebih jarang terjadi di Kanada dibandingkan di Amerika Serikat berkah undang-undang kepemilikan senjata nan jauh lebih ketat, kejadian massal ini menjadi pukulan telak kedua bagi Kanada setelah kasus penembakan serupa di Montreal kurang dari tiga minggu lalu. (CNN/Z-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·