Jakarta, CNBC Indonesia - Perang Amerika Serikat (AS)-Iran menyantap banyak korban jiwa. Tak terkecuali pegawai negeri sipil (PNS).
Mengutip laman Shafaq News, Rabu (29/7/2026), pemerintah Teheran mengungkapkan sebanyak 350 pegawai PNS tewas selama perang nan berjalan sejak 28 Februari. Selain menelan korban jiwa, bentrok juga menghancurkan beragam akomodasi publik. Ini termasuk sebuah airport dan pesawat nan baru dibeli pemerintah.
Dalam konvensi pers Selasa waktu setempat, Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengatakan para aparatur sipil tersebut menjadi korban dalam perang nan melibatkan AS dan Israel. Mohajerani juga mengungkapkan bahwa Bandara Bushehr di wilayah barat daya negara itu sekarang tidak lagi dapat beraksi setelah terkena serangan udara Amerika.
"Pesawat itu hancur akibat rudal nan menghantamnya secara langsung, menyisakan hanya sebagian mini ekornya," ujarnya soal pesawat nan baru dibeli pemerintah.
Sementara itu, Foundation of Martyrs and Veterans Affairs mencatat jumlah korban tewas akibat perang telah mencapai sedikitnya 1.060 orang. Kepala lembaga tersebut, Saeed Ohadi, mengatakan jumlah korban tetap berpotensi bertambah mengingat banyak korban luka nan berada dalam kondisi kritis.
Di sisi lain, golongan pemantau Human Rights Activists nan berbasis di Washington melaporkan nomor korban nan lebih tinggi, ialah 1.190 orang. Dari jumlah tersebut, 436 orang merupakan penduduk sipil, sedangkan 435 lainnya adalah personil pasukan keamanan.
Pemerintah belum merinci identitas maupun lembaga asal 350 pegawai negeri sipil nan menjadi korban. Namun, info tersebut menunjukkan besarnya akibat perang terhadap aparatur pemerintahan dan prasarana sipil di negara tersebut.
(sef/sef)
Addsource on Google

16 jam yang lalu
5







English (US) ·
Indonesian (ID) ·