57.413 Jiwa di 14 Daerah Jawa Tengah Terdampak Kekeringan

2 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX
57.413 Jiwa di 14 Daerah Jawa Tengah Terdampak Kekeringan Bantuan air bersih terus disalurkan kepada penduduk terdampak kekeringan di Jawa Tengah di musim tandus ini.(MI/Akhmad Safuan )

SEBANYAK 20.393 family alias 57.413 jiwa nan tersebar di 60 desa, 40 kecamatan di 14 wilayah di Jawa Tengah mulai terdampak kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga, support air bersih terus disalurkan dan hingga sekarang telah mencapai 2.251.000 liter.

Berdasarkan pemantauan pada Selasa (14/7), ratusan tangki air bergerak setiap hari menuju desa-desa nan mengalami krisis air akibat tandus nan terjadi sejak Juni lalu. Bantuan ini difokuskan pada 14 wilayah terdampak, ialah Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Grobogan, Jepara, Demak, Kota Semarang, dan Pemalang.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, mengungkapkan ada lima wilayah dengan kondisi kekeringan terparah. "Ada lima wilayah telah mengalami kekeringan terparah ialah Klaten, Banjarnegara, Pemalang, Cilacap, dan Purbalingga," ujarnya.

Data BPBD menunjukkan total support nan telah disalurkan mencapai 2.251.000 liter alias setara 453 tangki. Klaten menjadi wilayah dengan pasokan terbanyak, ialah 1.045.000 liter (209 tangki) untuk 23.366 jiwa, disusul Pemalang sebanyak 402.000 liter (83 tangki) untuk 6.516 jiwa. Daerah lain seperti Banjarnegara menerima 171.000 liter, Grobogan 135.000 liter, dan Cilacap 125.000 liter.

Puncak tandus diperkirakan baru bakal terjadi pada Agustus dan September mendatang. Mengantisipasi ekspansi area kekeringan, BPBD telah meningkatkan persediaan air bersih. "Kita terus lakukan penambahan persediaan air bersih, tersedia 129 juta liter alias naik dari sebelumnya 123 juta liter," imbuh Bergas.

Potensi Hujan Ringan dan Fenomena Embun Beku

Meski tandus melanda, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, menyebut tetap ada kesempatan hujan ringan di area pegunungan dan dataran tinggi. Pada Selasa (14/7), hujan ringan berkesempatan turun di Purbalingga, Wonosobo, dan Slawi.

Untuk Rabu (15/7), sembilan wilayah diprediksi mengalami kondisi serupa, ialah Banjarnegara, Banyumas, Brebes, Magelang, Pemalang, Purbalingga, Tegal, Temanggung, dan Wonosobo. "Kondisi ini sedikit meringankan cuaca panas pada siang hari," kata Agus.

Selain krisis air, BMKG juga menyoroti kondisi cuaca ekstrem berupa suhu panas di siang hari dan sangat dingin di malam hari. Di Dataran Tinggi Dieng, suhu dingin memicu munculnya kejadian embun kaku alias embun upas. Secara umum, suhu udara di Jawa Tengah berkisar antara 14-32 derajat Celsius dengan kelembaban udara 45-95%

Selengkapnya