ARTICLE AD BOX
Kebakaran berskala besar melanda Hutan Fontainebleau di selatan Paris, Prancis. Ribuan penumpang kereta dan mobil terjebak macet akibat penutupan jalur.(Media Sosial X)
OTORITAS Prancis mengerahkan dua pesawat pemadam kebakaran ke wilayah Paris pada hari Minggu setelah kebakaran rimba dahsyat melanda area selatan ibu kota. Insiden ini mengacaukan arus lampau lintas di akhir pekan liburan musim panas nan padat, sekaligus memperparah situasi wilayah tersebut nan sedang dilanda gelombang panas ekstrem.
Kebakaran nan digambarkan oleh pihak berkuasa sebagai kebakaran nan "sangat ganas" dan berskala "luar biasa" ini bermulai pada Minggu sore di Hutan Fontainebleau, sekitar 60 kilometer sebelah tenggara Paris. Hingga Senin awal hari, api dilaporkan telah menghanguskan 800 hektare lahan dan tetap terus meluas. Dampaknya, jalan tol A6 nan menjadi arteri utama utara-selatan negara tersebut terpaksa ditutup sebagian.
Memasuki waktu malam, pesawat pemadam kebakaran terpaksa menghentikan operasinya untuk sementara. Sekitar 15 rumah di desa terdekat, Vaudoue, telah dievakuasi, dan petugas pemadam kebakaran terus berjaga untuk mempertahankan beberapa kota lain di area tersebut.
"Tanpa pesawat pemadam kebakaran, desa-desa lain pasti sudah dievakuasi," ujar Olivier Compta, nan mengawasi jalannya operasi pemadaman.
Sekitar 400 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api nan berkobar tepat menjelang hari libur nasional 14 Juli ini. Menurut Eric Brocardi dari Federasi Pemadam Kebakaran Nasional Prancis, ini adalah kali pertama pesawat pengebom air dikirim dari wilayah selatan nan biasanya lebih kering dan panas untuk memadamkan api di wilayah Paris.
Lumpuhkan Transportasi dan Dipicu Gelombang Panas
Kebakaran ini berakibat luas pada sektor transportasi. Perusahaan kereta api Prancis, SNCF, menyatakan bahwa terjadi keterlambatan agenda hingga enam jam untuk kereta nan tiba maupun berangkat dari stasiun Gare de Lyon di Paris. Seorang fisioterapis berumur 34 tahun berjulukan Kelly, nan terjebak di stasiun, menyikapi keterlambatan ini dengan tenang.
"Ini adalah pemanasan global," katanya. "Ini adalah gangguan musim... ada keputusan politik nan kudu diambil."
Wilayah Paris dan sebagian besar wilayah Prancis saat ini sedang mengalami gelombang panas ketiga sejak Mei, nan secara drastis meningkatkan akibat kebakaran hutan. Gelombang panas ekstrem ini apalagi telah memaksa pemerintah mematikan tiga pembangkit listrik tenaga nuklir mereka. Selain itu, penyelenggara balap sepeda Tour de France juga terpaksa memotong jarak rute hari Minggu sejauh 30 kilometer lantaran suhu di lintasan mendekati 40 derajat Celsius.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, nan dijadwalkan meninjau letak Fontainebleau pada hari Senin, mengungkapkan bahwa kebakaran rimba telah menghanguskan total 17.000 hektare lahan sepanjang tahun ini. Setelah seluruh info dihitung, nomor tersebut diperkirakan mencapai 25.000 hektare, nan berfaedah "dua kali lebih banyak dibandingkan periode nan sama" pada 2025. (AFP/Z-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·