Sebanyak 15 santri dinyatakan lolos danasiwa S1 luar negeri dan siap kuliah di Tiongkok, Mesir, dan Yaman.(Dok.Pemprov Jateng)
SEBANYAK 942 orang mendaftar program beasiswa santri dan pengasuh pesantren Pemprov Jawa Tengah tahun 2026. Sebanyak 15 santri dinyatakan lolos danasiwa S1 luar negeri dan siap kuliah di Tiongkok, Mesir, dan Yaman.
Mereka terdiri atas tiga santri bagian sains dan teknologi di China, satu bagian kedokteran di Al Azhar Mesir, tiga di Al Ahqof Yaman, serta tujuh bagian keislaman di Al Azhar Mesir. Satu santri lainnya mengikuti program double degree. Hasil seleksi diumumkan 6 Juli 2026.
Sementara itu, 98 peserta lolos manajemen danasiwa dalam negeri, terdiri atas 43 santri S1 dan 55 pengasuh pesantren jenjang S2/S3. Dari 43 santri S1, sebanyak 10 memilih kedokteran dan 12 mengambil bagian sains, teknik, dan matematika.
Sebanyak 55 calon penerima S2/S3 mengikuti wawancara pada Sabtu (25/7), sedangkan 43 calon penerima S1 menjalani wawancara Minggu (26/7). Hasil seleksi diumumkan 3 Agustus 2026 melalui laman Pemprov Jateng dan aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni).
Ketua LFSP Jateng KH Hasyim Muhammad mengatakan program tersebut merupakan corak kepedulian Pemprov Jateng kepada pesantren dan bagian dari Program Pesantren Obah, salah satu program unggulan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Ketua Pansel Wahid Abdulrahman menambahkan, materi wawancara meliputi keahlian membaca kitab kuning 50%, mahfuz Alquran 20%, wawasan kebangsaan 15%, dan kepesantrenan 15%.
Program danasiwa ini mencakup pendidikan vokasi dan S1 dalam maupun luar negeri, S1 luar negeri double degree, S1 bagian keislaman di Al Azhar Mesir, Al Ahqof dan Imam Syafi'i Yaman, serta S2/S3 dalam negeri bagi pengasuh pesantren.(E-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·