Ada 3 Megaproyek Masuk dalam Green Book Bappenas, Ini Artinya Bagi PGE

5 jam yang lalu 5

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan capaian penting, terutama setelah tiga proyek pengembangan panas buminya masuk dalam Green Book 2026 nan disusun Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi mengatakan masuknya proyek-proyek tersebut dinilai menjadi pengakuan atas kualitas perencanaan sekaligus membuka kesempatan lebih besar untuk memperoleh support pembiayaan internasional.

Menurut dia, Green Book bukan sekadar daftar proyek prioritas, melainkan corak pengakuan dari lembaga pembiayaan dunia terhadap proyek-proyek nan dikembangkan PGE.

"Green Book itu sesuatu nan sangat bagi kami para praktisi alias pelaku upaya panas bumi adalah sesuatu pengakuan recognition dari pembiayaan dunia dalam perihal ini termasuk dari JICA Jepang, World Bank maupun ADB bakal projek nan kami kelola," kata Edwil dalama aktivitas Energy Corner CNBC Indonesia, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, masuknya proyek ke dalam Green Book menunjukkan bahwa proyek nan diajukan PGE telah memenuhi standar nan dipersyaratkan oleh lembaga finansial internasional.

Artinya, proyek-proyek tersebut tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga telah memenuhi standar internasional, mulai dari aspek perencanaan, persiapan, hingga kepastian pengembangan proyek.

"Artinya apa project nan dikembangkan oleh PGE, project nan diajukan oleh PGE itu memenuhi standar nan mereka miliki. Tidak hanya standar domestik tapi adalah standar internasional dimulai dari perencanaan, dimulai dari persiapan dan kepastian di dalam kami menentukan project tersebut. Nah itu nan membikin menjadi kami semakin optimistis lagi di dalam pengembangan panas bumi di Indonesia," katanya.

Sebagaimana diketahui, ketiga proyek tersebut meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 (55 megawatt/MW), PLTP Lumut Balai Unit 4 (55 MW), serta PLTP Lahendong Unit 7 - 8 (50 MW).

Dengan masuknya ketiga proyek ini ke dalam Green Book, pendanaan nan didapatkan diharapkan dapat membantu Perseroan mempertahankan cost of debt nan kompetitif sekaligus meningkatkan keekonomian proyek dalam jangka panjang.

Sebagai informasi, Green Book 2026 nan secara resmi berjulukan Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri Tahun 2026 memuat proyek- proyek nasional nan sukses mendapatkan komitmen pendanaan luar negeri nan dikoordinasikan Pemerintah Indonesia melalui beragam mitra pembangunan internasional.

Daftar tersebut disusun berasas Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor Kep. 52/M. PPN/IIK/06/2026.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya