Ada Temuan Gas Jumbo, Pemerintah Prioritaskan Manfaat untuk Warga Aceh

14 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan sosialisasi mengenai rencana pengelolaan Wilayah Kerja (WK) South Andaman di perairan Aceh. Hal ini dilakukan guna memberikan pemahaman kepada masyarakat Aceh mengenai rencana pengembangan proyek gas jumbo tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menegaskan bahwa konsentrasi pemerintah saat ini adalah memperluas sosialisasi sebelum menuju ke tahapan berikutnya.

"Kita intinya sosialisasikan dulu secara lebih jauh apa nan bakal dilakukan untuk memprioritaskan Aceh. Udah itu aja," kata Laode di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurut dia, sosialisasi sangat krusial dilakukan lantaran selama ini muncul kekhawatiran di masyarakat Aceh mengenai sejauh mana masyarakat Aceh bakal memperoleh faedah dari pengelolaan gas raksasa tersebut.

"Jadi Gas Andaman ini kan sempat dianggap "Wah ini Aceh gimana nih kebagian alias tidak?" Nah ini kita mau mensosialisasikan, sore ini saya bakal ketemu dengan Universitas, Rektor Universitas Malikussaleh. Kita mau membikin langkah-langkah sosialisasi nan baik agar masyarakat Aceh juga mengerti keberadaan ini untuk salah satunya prioritasnya untuk masyarakat Aceh," kata Laode.

Sementara itu, merespons mengenai angan masyarakat Aceh nan menginginkan gas dari South Andaman diolah di darat (onshore), Laode menyebut pihaknya bakal mencari solusi nan menguntungkan semua pihak.

"Makanya kita pertemukan. Kita kan POD sudah ada seperti ini. Nah kelak kita jelaskan win-win solution-nya seperti apa. Seperti itu," tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem telah melakukan pertemuan dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo di Jakarta.

Menurut Mualem, pertemuan tersebut membahas beragam rumor strategis nan berangkaian dengan pembangunan serta masa depan Provinsi Aceh. Hal tersebut disampaikan oleh Mualem melalui unggahan di akun IG pribadinya.

"Bersilaturahmi dengan Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, di Jakarta. Dalam pertemuan ini, kami membahas beragam perihal strategis mengenai pembangunan dan masa depan Aceh," ujar Mualem dikutip Senin (20/7/2026).

Blok Andaman

Perlu diketahui, Blok Andaman merupakan blok migas nan dikelola oleh perusahaan asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, ialah Mubadala Energy. Blok Andaman ini diperkirakan bakal memproduksi gas sebesar 312 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dan kondensat 7.500 barel per hari (bph).

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan proyek gas di Blok Andaman mulai beraksi penuh (onstream) pada tahun 2028. Target tersebut diproyeksikan lebih sigap dibandingkan dengan pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela, Maluku.

Berdasarkan info paparan SKK Migas di DPR pada Mei 2026 lalu, berasas Rencana Pengembangan alias Plan of Development (POD) Blok Andaman nan telah disusun, nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai US$ 1,95 miliar. Nilai tersebut juga memperhitungkan annual cost escalation sebesar 2,3% serta komponen pajak.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto juga sempat menjelaskan bahwa pihaknya terus mengikuti tahapan Final Investment Decision (FID) agar bangunan akomodasi produksi dapat segera dieksekusi dalam waktu dekat.

"Alhamdulilah, PJBG/GSA Antara K3S Mubadala dan PLN untuk gas Andaman 160 MMSCFD baru saja selesai diteken guna keperluan FID nan Insya Allah dalam waktu dekat ini FID selesai, rencana onstream 2028 lebih sigap dari Masela," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).

Nantinya, pasokan gas sebesar 160 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) tersebut bakal dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero). Sementara itu, sisa gas sebesar 140 MMSCFD dari Lapangan Tangkulo nan mempunyai persediaan 1 Trillion Cubic Feet (TCF) saat ini tetap dalam tahap pencarian calon pembeli serta pematangan konsep pengelolaan.

"Adapun pengembangan selanjutnya dari lapangan Selayar dan lapangan terdekat lainnya dengan total persediaan gas yg telah ditemukan sebesar 10 TCF," kata Djoko.

Pembangunan akomodasi di Blok Andaman dirancang menggunakan skema hibrida nan menggabungkan prasarana lepas pantai (offshore) dan daratan (onshore). Proses pemisahan kandungan gas, kondensat, serta unsur pengotor dilakukan menggunakan kapal FPSO di laut sebelum gas bersih dikirim ke darat melalui pipa bawah laut sepanjang 80 kilometer (km).

"Gas dari sumur-sumur offshore di Andaman tidak dapat langsung dibawa ke darat krn mengandung Co2 nan cukup tinggi dan juga H2S, yg sangat korosif, bisa membikin pipa sigap karatan bocor dan rentan sehingga co2 dan h2s nya kudu dipisahkan terlebih dahulu," paparnya.

Sedangkan, akomodasi produksi di darat alias Onshore Receiving Facility (ORF) rencananya bakal dibangun di area KEK Arun, Lhokseumawe, dan telah mendapatkan izin persetujuan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Blok Andaman saat ini dioperasikan oleh Mubadala Energy dengan kepemilikan kewenangan partisipasi sebesar 80% dan Harbour Oil 20% menggunakan skema perjanjian gross split.

"Mohon Doa dan support Bapak Ibu, Insya Allah ke depan melangkah lancar kondusif dan selamat sesuai sasaran waktu onstream 2028," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Mubadala Energy belum lama ini mengumumkan temuan sumber gas jumbo dari sumur eksplorasi laut dalam Tangkulo-1, nan dibor di Blok South Andaman berlokasi sekitar 65-kilometer lepas pantai bagian utara Pulau Sumatera, Indonesia.

Penemuan ini menandai sumur laut dalam kedua nan dioperasikan oleh Mubadala Energy. Sumur Tangkulo-1 dibor hingga kedalaman 3.400 meter di kedalaman laut 1.200 meter, hanya beberapa bulan setelah penemuan besar di sumur Layaran-1, nan tetap berada di Blok South Andaman.

Dengan memanfaatkan kreasi terbaru Drill Stem Test (DST), sumur Tangkulo-1 sukses mengalirkan gas sebesar 47 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) berbobot dan 1,300 barel kondensat.

Walaupun hasil pengetesan terbatas lantaran akomodasi nan tersedia, namun kapabilitas sumur diperkirakan mencapai 80-100 MMSCFD dan lebih dari 2,000 barel kondensat.

(ven/wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya