Aksi Begal Marak, Pemkot Bandung Gencarkan Patroli

1 hari yang lalu 2
Aksi Begal Marak, Pemkot Bandung Gencarkan Patroli Maraknya tindakan pemalak di Kota Bandung, membikin Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat langkah pengamanan.(Dok.Diskominfo Kota Bandung)

MARAKNYA aksi begal di Kota Bandung, membikin Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat langkah pengamanan. Ini tentu saja membikin was-was warga, terutama nan beraktivitas di malam hari.

"Kini rumor pemalak kembali mencuat pada akhir pekan. Meski berasas paparan Kapolrestabes Bandung tingkat kejahatan secara statistik mengalami penurunan, namun pemerintah tidak boleh hanya berpatokan pada angka. nan paling krusial adalah rasa kondusif masyarakat,"ungkap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Senin (20/7).

Karena itu, Farhan mengaku segera menggelar rapat unik berbareng Kapolrestabes Bandung, untuk membahas langkah-langkah konkret dalam meningkatkan keamanan di Kota Bandung. Aparat kepolisian saat ini bekerja keras menjaga keamanan melalui patroli, namun tetap menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.

"Nanti saya bakal rapat unik dengan Pak Kapolres. Saya mau mengetahui apa saja nan bisa didukung secara operasional oleh Pemkot agar kepolisian bisa menjalankan tugasnya dengan lebih optimal," tandasnya.

Selain penguatan support kepada abdi negara keamanan, Farhan juga menyoroti pentingnya membangun partisipasi masyarakat melalui semangat Warga Jaga Warga. Belakangan ini muncul dugaan bahwa menjaga keamanan sepenuhnya merupakan tugas aparat. 

"Padangan tersebut dapat melemahkan solidaritas sosial nan selama ini menjadi kekuatan masyarakat. Prinsip Warga Jaga Warga bukan berfaedah masyarakat menggantikan tugas negara. Aparat pemerintah dan kepolisian tetap bertanggung jawab menjalankan tugasnya. Tapi semangatnya adalah solidaritas dan gotong royong antarwarga," paparnya.

Farhan menilai semangat gotong royong merupakan nilai dasar bangsa nan kudu terus dipertahankan di tengah meningkatnya tantangan keamanan perkotaan.

"Antitesis dari Warga Jaga Warga adalah individualisme. Padahal gotong royong merupakan nilai nan sangat mendasar dalam kehidupan berbangsa. Kita mau mewujudkan Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota, lantaran pada akhirnya polisi, wali kota, dan masyarakat sama-sama penduduk Kota Bandung," jelasnya.

Selain patroli keamanan, Farhan mengakui tetap banyak titik jalan nan gelap dan berpotensi menimbulkan rasa tidak kondusif bagi masyarakat. Pemkot Bandung saat ini tengah menyusun ulang anggaran agar program pengadaan dan perbaikan lampu penerangan jalan dapat melangkah lebih efektif.

"Saya akui tetap ada jalan nan gelap. Karena itu kami sedang mengolah anggaran agar Kota Bandung bisa kembali terang. Memang prosesnya agak lama lantaran kami menyusun ulang perencanaannya," terangnya.

Menurut Farhan, penyelenggaraan program penerangan jalan bakal mulai melangkah pada triwulan ketiga hingga triwulan keempat tahun 2026. Ia memastikan proyek tersebut tetap menjadi prioritas dan bakal dikerjakan melalui kerjasama antara Pemkot Bandung, Pemerintah Provinsi (Pemprov ) Jabar dan pemerintah pusat.

Dikesempatan tersebut, Farhan juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung agar tetap menjaga semangat pelayanan kepada masyarakat. Saat ini tantangan nan dihadapi pemerintah kota tidak pernah berhenti, mulai dari penanganan keamanan, pohon tumbang, hingga beragam kejadian darurat nan kerap terjadi di luar jam kerja. Karena itu, dia meminta ASN tidak menjadikan beban kerja sebagai argumen untuk mengeluh, melainkan tetap menunjukkan profesionalisme sebagai pelayan masyarakat.

"Saya sampaikan kepada teman-teman ASN, jangan mengeluh. Kota Bandung ini tidak pernah bisa santai. Banyak persoalan nan muncul justru di luar jam kerja. Itulah akibat sebagai pelayan masyarakat," tuturnya. (E-2)

Selengkapnya