Ilustrasi.(Magnific)
KAMPANYE boikot terhadap pendukung Israel di Libanon sekarang menyasar movie terbaru Marvel, Spider-Man: Brand New Day. Para aktivis mendesak penonton Libanon untuk tidak membeli tiket movie tersebut lantaran keterlibatan produser keturunan Israel-Amerika, Avi Arad.
Melansir laporan surat berita Libanon nan berafiliasi dengan Hizbullah, Al-Akhbar, penolakan terhadap penayangan movie ini semakin menguat. Kampanye boikot tersebut menyoroti rekam jejak Arad nan secara terbuka menyuarakan support politik bagi Israel.
Avi Arad, nan terdaftar oleh Sony Pictures sebagai salah satu produser movie tersebut, dijadwalkan merilis karyanya secara internasional pada 31 Juli. Namun, di Libanon, seruan boikot sudah menggema di media sosial menjelang agenda penayangan perdana pada 30 Juli.
"Saat movie baru dalam seri ini bersiap dibuka di bioskop-bioskop Libanon, kita kudu bertanya pada diri sendiri: Apakah kita mau mendukung produksi nan melibatkan perseorangan nan secara terbuka menyatakan support politik untuk Israel?" tulis kampanye boikot tersebut melalui laman FB mereka.
Alasan Penolakan
Para aktivis mendeskripsikan Arad sebagai sosok kunci dalam seri movie Spider-Man sejak tahun 2002. Mereka menegaskan bahwa boikot ini didasarkan pada posisi mereka nan menentang normalisasi pendudukan alias kebijakan Israel.
Al-Akhbar juga mengutip surat keras nan diterbitkan Arad pada tahun 2024. Dalam surat tersebut, Arad mengkritik Senator AS Chuck Schumer setelah politikus Demokrat itu mengecam Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan menyerukan pemilihan umum di Israel. Arad menuduh Schumer mengingkari Israel dan memihak tindakan Netanyahu selama perang berlangsung.
Kampanye itu menyatakan bahwa mereka berupaya menghadapi upaya normalisasi nan terus bersambung melalui saluran budaya dan ahli nan berkarakter lunak. Sebelumnya pada bulan ini, aktivitas serupa dilaporkan sukses membatalkan partisipasi seorang master asal Israel, Sharona Ross, dalam konferensi di Libanon.
Momentum perilisan movie ini juga dianggap sensitif lantaran bertepatan dengan perang di Jalur Gaza nan mendekati tahun ketiga, serta bentrok nan terus bersambung di wilayah Libanon selatan. (Ynet/I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·