Alasan Sabo Makan Buah Iblis Mera Mera no Mi di One Piece

13 jam yang lalu 1
ARTICLE AD BOX
Alasan Sabo Makan Buah Iblis Mera Mera no Mi di One Piece Sabo(Doc IMDB)

DALAM bumi One Piece, buah iblis bukan sekadar sumber kekuatan super, melainkan simbol dari tekad dan warisan karakter. Salah satu momen paling ikonik dalam seri karya Eiichiro Oda ini adalah ketika Sabo, Kepala Staf Pasukan Revolusi, menyantap buah setan Mera Mera no Mi. Keputusan ini tidak hanya mengubah peta kekuatan di Dressrosa, tetapi juga membawa beban emosional nan mendalam bagi para penggemar.

Mera Mera no Mi sebelumnya dimiliki oleh Portgas D. Ace, kakak angkat Luffy dan Sabo, nan tewas dalam Perang Puncak di Marineford. Kemunculan kembali buah ini di busur Dressrosa menjadi titik kembali krusial bagi perkembangan karakter Sabo. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai argumen dan latar belakang kenapa Sabo akhirnya memutuskan untuk menyantap buah setan tersebut.

1. Mewarisi Tekad dan Semangat Ace

Alasan utama dan nan paling esensial adalah kemauan Sabo untuk menjaga warisan Ace tetap hidup. Bagi Sabo, Mera Mera no Mi bukan sekadar senjata, melainkan representasi bentuk dari keberadaan Ace. Dengan menyantap buah tersebut, Sabo merasa bahwa semangat Ace bakal terus menyala di dalam dirinya.

Sabo merasa sangat bersalah lantaran tidak bisa datang saat Ace dieksekusi akibat amnesia nan dideritanya. Setelah ingatannya kembali pasca-kematian Ace, Sabo berkeinginan untuk tidak bakal pernah lagi membiarkan sesuatu nan berbobot bagi saudaranya jatuh ke tangan orang nan salah.

2. Melindungi Luffy sebagai Kakak

Setelah kehilangan Ace, Sabo menyadari bahwa Luffy adalah satu-satunya kerabat nan dia miliki. Di Dressrosa, Sabo menegaskan bahwa dia bakal selalu datang membantu Luffy di mana pun dia berada. Dengan mempunyai kekuatan Mera Mera no Mi, Sabo mendapatkan peningkatan kekuatan nan signifikan untuk memastikan dia bisa melindungi Luffy dari ancaman besar, seperti Pemerintah Dunia alias Yonko.

Momen Sabo mengambil alih peran Luffy di Colosseum untuk memenangkan buah tersebut menunjukkan sungguh protektifnya dia terhadap adiknya. Ia tidak mau Luffy kudu menanggung beban memperebutkan warisan Ace sendirian di tengah kekacauan Dressrosa.

3. Mencegah Mera Mera no Mi Jatuh ke Tangan Musuh

Donquixote Doflamingo menggunakan Mera Mera no Mi sebagai umpan dalam turnamen di Corrida Colosseum. Banyak pihak rawan nan mengincar kekuatan api ini, termasuk Jesus Burgess dari Bajak Laut Blackbeard. Sabo sangat menyadari bahwa jika kekuatan Ace jatuh ke tangan orang jahat seperti Burgess, itu bakal menjadi penghinaan terhadap memori Ace.

Sabo memastikan bahwa kekuatan "Tinju Api" tetap berada di dalam "keluarga" dan digunakan untuk tujuan nan mulia, bukan untuk kehancuran alias ambisi jahat golongan bajak laut lain.

Proses Sabo Mendapatkan Mera Mera no Mi

Sabo menyamar sebagai "Lucy" menggantikan Luffy di babak final turnamen Corrida Colosseum. Dengan teknik bela diri Ryusoken (Cakar Naga) nan luar biasa, Sabo bisa menghancurkan arena pertandingan. Di tengah kekacauan tersebut, dia sukses meraih buah setan nan menjadi bingkisan utama dan langsung memakannya di tempat.

Momen transformasinya sangat dramatis, di mana dia langsung menggunakan teknik unik Ace, Hiken (Tinju Api), untuk menghancurkan seluruh panggung. Ini menjadi pernyataan tegas kepada bumi bahwa kekuatan Ace telah kembali.

Sabo adalah satu-satunya karakter nan diketahui menyantap buah setan nan sebelumnya dimiliki oleh kerabat angkatnya sendiri. Hal ini memperkuat tema "Will of D" alias tekad nan diwariskan dalam cerita One Piece.

Dampak Kekuatan Mera Mera no Mi bagi Sabo

Sebelum menyantap buah iblis, Sabo sudah menjadi petarung tingkat tinggi berkah training langsung dari Monkey D. Dragon. Ia menguasai Busoshoku Haki nan sangat kuat. Penambahan komponen api memberikan dimensi baru pada style bertarungnya:

  • Kombinasi Haki dan Api: Sabo dapat melapisi serangan "Cakar Naga"-nya dengan api, menciptakan daya hancur nan jauh lebih besar.
  • Mobilitas: Seperti Ace, Sabo sekarang bisa bergerak lebih sigap dan menghindari serangan bentuk berkah sifat logia dari buah tersebut.
  • Simbolisme: Sabo sekarang dikenal sebagai "Kaisar Api" (Entei), gelar nan menunjukkan sungguh besarnya pengaruh dan kekuatannya di mata bumi setelah peristiwa di Reverie.

Keputusan Sabo menyantap Mera Mera no Mi adalah perpaduan antara cinta persaudaraan, pelunasan dosa masa lalu, dan tanggung jawab strategis sebagai pemimpin Pasukan Revolusi. Dengan api nan sekarang mengalir di nadinya, Sabo memastikan bahwa api semangat Portgas D. Ace tidak bakal pernah padam hingga fajar baru menyingsing di bumi One Piece. (Z-4)

Selengkapnya