Anggota Parlemen Uni Eropa Desak Komite Etik FIFA Selidiki Infantino

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNN Indonesia --

Puluhan personil parlemen Uni Eropa mendesak Komite Etik FIFA menyelidiki Gianni Infantino atas pelanggaran etika organisasi.

Desakan ini muncul setelah Infantino nan mengaku dihubungi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, tiba-tiba menangguhkan hukuman kartu merah pemain AS, Folarin Balogun, dalam Piala Dunia 2026.

Infantino menyebut penangguhan itu keputusan Komite Disiplin. Baginya, keputusan komite ini kudu dihormati. Namun Infantino tidak menjelaskan siapa nan meminta adanya sidang Komite Disiplin. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini menimbulkan prasangka bahwa Trump mendesak Infantino untuk mencari langkah agar Balogun bisa tetap main pada babak 16 besar meski mendapat kartu merah di babak 32 besar.

Anggota Parlemen Uni Eropa, Barry Andrews, Lara Wolters, dan Niels Fuglsang mengatakan keputusan FIFA mengakali patokan skorsing kartu merah sebagai kejelekan dan penyimpangan keadilan.

"Sekali lagi, kita telah memandang [Gianni] Infantino dan FIFA menyerah pada tuntutan pemerintahan [Donald] Trump," bunyi pernyataan anggora Parlemen UE dilansir dari ESPN

Anggota Parlemen UE juga membujuk personil konfederasi sepak bola Eropa (UEFA) untuk mendesak Komite Etik FIFA menyelidiki hubungan Infantino-Trump terkait akal-akalan aturan.

Para personil Parlemen UE ini dalam rilis tertulisnya menyebut sebanyak 35 personil UE telah membubuhkan tanda tangan sebagai isyarat mendukung tindakan mendesak Komite Etik FIFA.

"Keindahan olahraga terletak pada patokan nan tidak memihak dan transparan. Ketika Infantino membiarkan tekanan politik menentukan siapa nan boleh bermain, rasa keadilan ini hilang," kata mereka. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/jal)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya