ARTICLE AD BOX
Ilustrasi(Dok Universitas Indonesia)
APLIKASI berbasis pembelajaran digital gamifikasi bernama MAKA dirilis Universitas Indonesia. Aplikasi ini dikembangkan oleh Dosen UI, Muhammad Luthfi, melalui program pendidikan Science Techno Park (STP) Universitas Indonesia.
Aplikasi MAKA merupakan penemuan pembelajaran digital nan memanfaatkan pendekatan gamifikasi untuk menciptakan pengalaman belajar nan lebih interaktif, menyenangkan, dan adaptif bagi anak-anak. Inovasi ini berasal dari hasil riset nan kemudian dikembangkan menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat transformasi digital di bagian pendidikan.
“MAKA lahir dari keresahan kami terhadap semakin dekatnya anak-anak dengan teknologi digital, namun tidak diikuti dengan pemanfaatan nan terarah. Tantangannya bukan lagi sekadar menjauhkan anak dari gadget, tetapi gimana menghadirkan pengalaman digital nan lebih terarah, bermakna, dan mendukung proses tumbuh kembang,” kata Luthfi dalam keterangan pers tang diterima, Minggu (12/7).
Ditegaskan Luthfi, melalui MAKA, dia mau menghadirkan media pembelajaran berbasis gamifikasi nan menyenangkan bagi anak, tetapi tetap mempunyai tujuan stimulasi nan jelas dan berdasarkan pada kajian akademik.
Terkait proses pengembangan Aplikasi, diterangkan bahwa aplikasi ini datang dengan melibatkan kerjasama antara akademisi dan mitra industri, sehingga penemuan nan dihasilkan mempunyai dasar ilmiah nan kuat sekaligus relevan dengan kebutuhan pengguna.
“MAKA dikembangkan melalui proses kerjasama antara akademisi dan mitra industri dengan menggabungkan pengetahuan pengetahuan serta kebutuhan masyarakat di era digital. Kami berambisi karya penemuan ini dapat dimanfaatkan secara luas sebagai media pendukung pembelajaran serta stimulasi perkembangan anak,” Ujar Luthfi.
Contoh Nyata Sinergi antara Perguruan Tinggi dan Industri
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa, dan Alumni Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, mengatakan bahwa Aplikasi MAKA menjadi contoh nyata gimana sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan ekosistem penemuan bisa menghasilkan produk nan siap diterapkan.
"Esensi penemuan adalah keahlian untuk menemukan hal-hal baru alias menghadirkan cara-cara baru nan lebih baik dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Pengetahuan nan dihasilkan di perguruan tinggi bakal mempunyai makna ketika bisa diterjemahkan menjadi solusi nan bermanfaat, dapat diterapkan, dan memberikan akibat nyata bagi kehidupan,” jelas Hamdi.
Dia pun menegaskan bahwa bahwa Universitas Indonesia terus memperkuat ekosistem penemuan melalui Science Techno Park (STP) UI, nan berkedudukan sebagai penghubung antara peneliti, industri, pemerintah, investor, dan masyarakat. Menurutnya, STP UI menjadi katalis nan mempercepat proses transfer teknologi, hilirisasi riset, hingga komersialisasi penemuan sehingga hasil penelitian dapat berkembang menjadi produk nan memberikan nilai tambah bagi masyarakat maupun bumi usaha. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·