AS Luncurkan Serangan Baru ke Wilayah Iran Atas Perintah Donald Trump

7 jam yang lalu 1
ARTICLE AD BOX
AS Luncurkan Serangan Baru ke Wilayah Iran Atas Perintah Donald Trump Ketegangan meningkat setelah pasukan Komando Sentral AS meluncurkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Iran atas perintah Presiden Donald Trump.(Centcom)

KETEGANGAN di area Teluk kembali membara setelah Amerika Serikat meluncurkan gelombang serangan udara baru ke wilayah Iran. Pentagon mengonfirmasi operasi militer ini bermaksud menekan keahlian militer Iran dalam mengganggu keamanan jalur maritim internasional.

Komando Sentral AS (CENTCOM) mengumumkan operasi tersebut melalui sebuah pernyataan resmi. Pihak militer menegaskan serangan ini diperintahkan langsung oleh Gedung Putih.

"Pada pukul 17.00 waktu setempat hari ini, pasukan Komando Sentral AS mulai meluncurkan lebih banyak serangan terhadap Iran untuk terus melemahkan keahlian mereka dalam menyerang pelaut sipil dan kapal komersial nan transit dengan bebas di Selat Hormuz," tulis Komando Sentral AS dalam unggahan di platform X.

CENTCOM menambahkan Presiden Donald Trump "mengarahkan serangan tersebut untuk menuntut pertanggungjawaban pasukan Iran."

Lokasi nan Menjadi Target Serangan

Media resmi Iran melaporkan beberapa letak di Provinsi Hormozgan, Iran selatan, menjadi sasaran serangan. Wilayah nan terkena akibat meliputi Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Hajiabad. Meski media pemerintah Iran awalnya hanya menyebut pelaku sebagai "musuh", laporan di lapangan mengonfirmasi kerusakan di sejumlah akomodasi militer.

Kantor Berita Republik Islam (IRNA), mengutip gubernur Qeshm, Hossein Amir Teymouri, menyatakan bahwa sekitar 10 hingga 11 proyektil musuh telah menghantam Pulau Qeshm. Teymouri menegaskan seluruh letak nan terkena akibat merupakan sasaran militer dan tidak ada korban jiwa di pulau tersebut.

Namun, dalam pembaruan terpisah, IRNA melaporkan seorang teknisi pemeliharaan dari Perusahaan Telekomunikasi Seluler Iran tewas saat bekerja di Pulau Farur, Kabupaten Bandar Lengeh. Dua rekan kerja teknisi tersebut juga dilaporkan terluka akibat serangan itu.

Dampak dan Serangan Balasan di Kawasan Teluk

Operasi militer ini diluncurkan setelah Iran menyatakan telah menyerang beberapa pangkalan militer AS di area Teluk. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan mereka menggunakan drone terpandu untuk menargetkan aset militer AS, termasuk sistem pertahanan udara Patriot.

Dampak dari saling serang ini turut berkapak ke negara tetangga. Kementerian Pertahanan Kuwait melaporkan tiga pos perbatasan darat mereka di bagian utara mengalami kerusakan akibat serangan nan mereka sebut sebagai "serangan pidana nan bermusuhan."

Selain itu, sebuah akomodasi pengeboran minyak lepas pantai milik Kuwait Oil Company juga dihantam drone terpandu, nan melukai satu orang pekerja. Pihak berkuasa Kuwait sekarang telah menetapkan status siaga penuh pada angkatan bersenjata mereka untuk menjaga keamanan wilayah kedaulatannya. (CNN/Z-2)

Selengkapnya