Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Distribusikan 25 Ribu Liter Air Bersih

17 jam yang lalu 6
Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Distribusikan 25 Ribu Liter Air Bersih Pemberian support air bersih di Lamongan.(MI/M Yakub)

PEMERINTAH Kabupaten Lamongan menyalurkan 25 ribu liter air bersih kepada masyarakat di Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo, Selasa (28/7). Pemkab juga berencana mengeruk waduk desa setempat untuk meminimalisir akibat kekeringan. 

Penyaluran air bersih siang ini merupakan penyaluran air bersih nan pertama untuk mengatasi akibat musim kemarau di Kecamatan Sarirejo. Desa Kedungkumpul masuk kategori wilayah kritis, lantaran mempunyai keterbatasan sumber air seperti waduk maupun sumur.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menuturkan bakal menyiapkan langkah jangka panjang berupa revitalisasi waduk di wilayah terdampak kekeringan. Mengingat adanya kekurangan air bersih akibat musim kemarau, lantaran kejadian ini tetap dirasakan masyarakat setiap tahun.

"Respons sigap Pemkab Lamongan bakal krisis air bersih pada musim tandus adalah penyaluran air bersih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kepada masyarakat. Adapun upaya jangka panjang untuk mengantisipasi krisis air adalah revitalisasi waduk di wilayah sekitar," kata nupati nan berkawan disapa Pak Yes itu.

Pada hari pertama penyaluran, BPBD menyalurkan lima tangki air bersih dengan kapabilitas 5.000 liter per tangki alias total 25.000 liter. Selain air bersih, masyarakat juga menerima support berupa terpal dan jeriken untuk mendukung penyimpanan air.

Bupati juga menyatakan support bakal diberikan secara berkepanjangan sesuai kebutuhan masyarakat. Warga nan memerlukan bantuan air bersih dapat mengusulkan permohonan melalui pemerintah desa alias kecamatan agar segera ditindaklanjuti oleh BPBD.

Selain penanganan darurat, Pemkab Lamongan juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui peningkatan prasarana sumber daya air. Salah satunya dengan melakukan survei dan pengerukan waduk di Desa Kedungkumpul nan mempunyai luas sekitar 1,8 hektare agar bisa menampung air lebih optimal saat musim hujan.

"Kami bakal segera melakukan survei dan pengerukan waduk ini. Saat musim kemarau, waduk menjadi satu-satunya sumber air nan dapat diandalkan masyarakat. Karena itu, kapasitasnya bakal kami tingkatkan agar manfaatnya lebih besar," jelas Pak Yes.

Pak Yes mengungkapkan Pemkab Lamongan terus mengupayakan ekspansi jaringan penyediaan air bersih melalui pengembangan sistem pengedaran SPAM Mojolagres. Saat ini jasa telah menjangkau Kecamatan Kembangbahu dan bakal terus diperluas hingga wilayah Sarirejo serta akan menjadi solusi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Bantuan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat, pasalnya kesiapan air di wilayah tersebut terbatas dan berbau. Sehingga kurang layak digunakan memenuhi kebutuhan setiap hari. 

Berdasarkan pemetaan BPBD Kabupaten Lamongan, terdapat 15 kecamatan nan berpotensi mengalami kekeringan. Diantaranya adalah 89 desa dan 168 dusun. Dari jumlah tersebut, 45 desa masuk kategori mengalami kelangkaan air, sedangkan 44 desa berstatus kritis lantaran mempunyai keterbatasan sumber air seperti waduk maupun sumur.(YK/E-4)

Selengkapnya