ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah serangan peledak dan penembakan sadis nan menyasar akomodasi militer Sindh Rangers di Karachi menewaskan tiga tentara paramiliter dan melukai empat orang lainnya pada hari Sabtu (27/6/2026). Pihak militer Pakistan mengonfirmasi bahwa golongan militan meledakkan peledak tepat di pintu masuk kamp Rangers di lingkungan Gulistan-i-Jauhar sebelum akhirnya melepaskan tembakan membabi buta ke arah pasukan.
Mengutip laporan Reuters, minggu (28/06/2026), baku tembak sengit nan berjalan selama sekitar 15 menit tersebut menyebabkan tiga pelaku penyerangan tewas di tempat. Pasukan keamanan juga sukses menangkap satu milisi lainnya nan diidentifikasi sebagai penduduk negara Afganistan, di mana golongan Jamaat-ul-Ahrar nan merupakan faksi dari Taliban Pakistan langsung diklaim sebagai dalang utama di kembali serangan ini.
Saksi mata di letak kejadian melaporkan mendengar ledakan nan sangat keras diikuti oleh rentetan tembakan senjata api di sepanjang jalan utama nan berdekatan dengan beberapa universitas dan departemen meteorologi Pakistan. Suara ledakan tersebut apalagi sempat memicu kepanikan penduduk nan sedang beragama di tempat ibadah terdekat.
"Tanah terasa seperti saat terjadi gempa bumi. Ketika kami keluar, ada asap di mana-mana... lampau penembakan dimulai," tutur seorang pengelola restoran setempat berumur 40 tahun, Mohammad Bakhsh, nan sedang salat saat peledak meledak.
Merespons tragedi berdarah di pusat kota tersebut, otoritas militer Pakistan langsung mengeluarkan pernyataan keras untuk memburu sisa-sisa golongan jaringan teror ini hingga ke akarnya. Langkah penegakan norma ini diprediksi bakal memicu konfrontasi bersenjata nan jauh lebih luas di wilayah perbatasan.
"Pakistan bakal melakukan operasi pembalasan terhadap para pelaku serangan ini," tegas pihak militer Pakistan dalam rilis resminya.
Insiden ini berpotensi besar menyulut kembali pertempuran terbuka antara Pakistan dan Afganistan, serta mendorong pihak Islamabad untuk meluncurkan lebih banyak serangan udara ke wilayah tetangganya tersebut. Hubungan kedua negara sekutu nan sekarang berubah menjadi musuh itu terus terlibat dalam bentrok sporadis sejak pertempuran terburuk mereka pecah pada Februari lalu, nan telah menewaskan ratusan jiwa sepanjang tahun ini.
Pemerintah Islamabad menuduh keras pihak Kabul sengaja melindungi golongan militan untuk merencanakan beragam serangan teror di dalam teritorial Pakistan. Namun, pihak Taliban Afganistan membantah keras tuduhan tersebut dan berkilah bahwa masalah militansi sepenuhnya merupakan urusan domestik Pakistan.
Serangan peledak ini menjadi peristiwa teror paling signifikan nan mengguncang Karachi sejak ledakan besar nan menargetkan konvoi penduduk China pada Oktober 2024 lampau nan menewaskan dua penduduk negara asing.
Meskipun serangan di kota-kota besar Pakistan sempat menjadi sangat langka dalam beberapa tahun terakhir, lonjakan aktivitas militansi baru ini memicu kekhawatiran besar bahwa gelombang kekerasan mematikan mulai kembali merembet ke pusat-pusat perkotaan.
(tps/tps)
Addsource on Google

5 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·