Babak Baru Proyek Gas North Hub Rp211,7 T, Bidik Produksi 1.000 Mmscfd

2 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus berupaya mempercepat pengembangan proyek gas strategis North Hub Development Project di lepas pantai Kalimantan Timur.

Terbaru, proyek ini baru saja melaksanakan pemotongan baja pertama sebagai penanda dimulainya pembangunan FPSO Bahtera Haluan Lestari, akomodasi kunci dalam North Hub Development Project.

Adapun, proyek senilai US$11,8 miliar alias setara sekitar Rp211,7 triliun (kurs Rp17.942 per dolar AS), ditargetkan bisa memproduksi gas 1.000 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dan 80.000 barel kondensat per hari (BCPD) mulai kuartal IV 2028.

Perkembangan terbaru proyek ditandai dengan dimulainya pembangunan Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari melalui seremoni pemotongan baja pertama di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan produksi North Hub diharapkan menjadi salah satu penopang pencapaian sasaran produksi minyak dan gas bumi nasional pada 2030. Pemerintah menargetkan produksi nasional mencapai 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari.

"Kita berambisi proyek ini tidak hanya membantu, tetapi menjadi mesin penggerak utama dalam mencapai sasaran produksi nasional di tahun 2030 nan telah ditetapkan Pemerintah, ialah 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari," kata Djoko di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, dikutip Jumat (24/7/2026).

North Hub Development Project mengintegrasikan pengembangan Lapangan Geng North dan Lapangan Gehem di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur. Proyek hulu migas ultra-dalam tersebut mempunyai total nilai investasi US$11,8 miliar.

Dari total investasi itu, sekitar US$2,9 miliar dialokasikan untuk pembangunan Floating Production Storage and Offloading alias FPSO Bahtera Haluan Lestari. Pembangunan akomodasi tersebut telah memasuki fase bangunan nan ditandai dengan pemotongan baja pertama bagian topside di Tanjung Balai Karimun.

Menurut Djoko, nilai investasi tersebut menunjukkan sektor hulu migas Indonesia tetap mempunyai daya tarik bagi investor. Keterlibatan industri fabrikasi dalam negeri juga dinilai mencerminkan keahlian nasional dalam mengerjakan proyek berskala besar dan berteknologi tinggi.

"North Hub Development Project Selat Makassar merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) hulu migas nan pengembangannya tidak hanya berkedudukan dalam memperkuat ketahanan daya nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kapabilitas industri fabrikasi lepas pantai di dalam negeri. Pengembangan proyek ini juga membuka lebih dari 8.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia," jelasnya.

Direktur Eni North Ganal Ltd Mirko Araldi mengatakan pihaknya berkomitmen memenuhi sasaran produksi perdana pada 2028. Menurut dia, pencapaian proyek hingga memasuki tahap bangunan merupakan hasil kerja sama beragam pihak untuk menghadirkan pasokan daya nan andal bagi Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM bakal terus mendorong pengembangan lapangan migas strategis, terutama sumber daya gas nan berkedudukan sebagai daya transisi. Ketepatan agenda pembangunan North Hub bakal menentukan kontribusi proyek tersebut terhadap ketahanan daya dan pencapaian sasaran produksi migas nasional.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya