Bandara Husein di Bandung Bangkit dari Kubur, Ini Respons Bos Maskapai

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pemerintah mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara, Bandung, mendapat sambutan positif dari maskapai penerbangan. Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) menilai pembukaan kembali airport tersebut berpotensi mengembalikan pasar penerbangan Bandung seperti sebelum operasional dipindahkan ke Bandara Kertajati.

Pemerintah sebelumnya menargetkan Bandara Husein mulai melayani penerbangan jet secara terbatas pada 17 Agustus 2026. Sementara operasional penuh ditargetkan berjalan mulai 17 September 2026 setelah seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan akomodasi airport dinyatakan siap.

"Ya tentu menyambut baik. Diharapkan market dan traffic bisa kembali seperti semula sebelum dibatasi saat Kertajati mulai dioperasikan dulu," kata Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto kepada CNBC Indonesia, Selasa (14/7/2026).

Meski menyambut positif rencana tersebut, maskapai belum dapat langsung mengoperasikan penerbangan. Sejumlah persiapan tetap kudu dilakukan sebelum jasa kembali dibuka dari dan menuju Bandara Husein.

Evaluasi tersebut mencakup kesiapan prasarana penerbangan hingga akomodasi pelayanan penumpang. Proses tersebut menjadi bagian dari tahapan nan kudu dipenuhi agar operasional melangkah sesuai standar keselamatan penerbangan sipil.

Bandara Husein Sastranegara, Bandung/Dok AP 2Bandara Husein Sastranegara, Bandung/Dok AP 2 Foto: Bandara Husein Sastranegara, Bandung/Dok AP 2

"Maskapai tentu melakukan persiapan dengan pertimbangan kembali kesiapan Bandara Husein mengenai safety dan security, baik airside maupun groundside serta terminal penumpangnya," ujarnya.

Selain melakukan pertimbangan internal, maskapai juga tetap menunggu perkembangan terbaru dari pengelola bandara. Informasi tersebut bakal menjadi dasar dalam menentukan kesiapan pembukaan kembali rute penerbangan.

Pemerintah sendiri telah meminta PT Angkasa Pura Indonesia mempercepat penyelesaian sejumlah pekerjaan, mulai dari perbaikan runway dan taxiway, rekonstruksi apron, perbaikan terminal, hingga pemenuhan standar Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) sebelum operasional penuh dimulai.

"Kita juga menunggu pembaruan dari pengelola airport untuk kesiapan tersebut," tutup Bayu.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan kajian operasional dan safety assessment sebagai dasar reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Saat ini, konsentrasi pemerintah adalah mendorong PT Angkasa Pura Indonesia selaku operator airport untuk mempercepat pemenuhan seluruh aspek kesiapan operasional.

"Kami mendorong PT Angkasa Pura Indonesia untuk segera menindaklanjuti pemenuhan seluruh aspek kesiapan operasional. Kami telah menyiapkan dua skenario," kata Lukman dalam keterangan resmi, Kamis (9/7/2026).

Pada skenario pertama, Bandara Husein ditargetkan mulai melayani penerbangan pesawat jet pada 17 Agustus 2026 dengan pola operasi terbatas. Layanan nan dibuka meliputi penerbangan bisnis, charter, dan penerbangan jet dengan support prasarana dasar nan telah siap digunakan.

Sementara itu, skenario kedua menargetkan operasional penuh mulai 17 September 2026. Pada tahap ini, airport ditargetkan bisa melayani pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737-800 dan Airbus A320 melalui penerapan sistem slot management untuk menjaga kapabilitas operasional tetap kondusif dan tertib.

Untuk mencapai sasaran tersebut, Kemenhub meminta Angkasa Pura Indonesia mempercepat sejumlah pekerjaan baik di sisi udara (airside) maupun sisi darat (landside).

Beberapa pekerjaan nan kudu segera dituntaskan antara lain perbaikan dan overlay landasan pacu (runway) serta taxiway, rekonstruksi apron, perbaikan genting terminal, pekerjaan waterproofing, hingga penyempurnaan akomodasi pelayanan penumpang.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya