Banjir Kritik, Panitia Sebut Final Piala Presiden 2026 Direstui AFC

58 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Organizing Comitte (OC) Piala Presiden 2026 memastikan seluruh rangkaian agenda final dan perebutan juara tiga telah mengantongi persetujuan resmi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Kepastian tersebut tertuang dalam surat persetujuan AFC bernomor AFC/IDN/T2/7612-2026 nan diterbitkan sejak 6 Juli lalu. Pihak panitia juga menegaskan bahwa seluruh izin dan arsip manajemen kejuaraan telah disosialisasikan secara terbuka kepada klub peserta.

Laga puncak sendiri bakal mempertemukan Persib Bandung kontra Persebaya Surabaya di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis (6/8). Adapun perebutan juara tiga mempertandingkan laga Persija Jakarta versus Arema FC.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Partai final dan perebutan ranking tiga digelar hanya berjarak satu hari setelah babak semifinal nan tuntas dilaksanakan pada Selasa (4/8). Pendeknya agenda pertandingan menuai banjir kritik.

Wakil Ketua OC Bidang Administrasi Turnamen Risha Ady Wijaya menyatakan penetapan agenda tersebut telah memenuhi standar kejuaraan tingkat Asia. Ia menyebut patokan baku jarak pemulihan 72 jam sejatinya merupakan rekomendasi unik untuk arena internasional antar-negara.

"Terkait persoalan 72 jam masa istirahat, jika boleh kami share bahwa 72 jam masa rehat itu adalah rekomendasi FIFA terhadap anggotanya dengan catatan untuk turnamen antar-federasi, artinya antar-negara," ujar Risha saat sesi bertemu pers di Jakarta, Rabu (5/8).

"Untuk Piala Presiden 2026 ini, kita sudah mendapatkan approval dari AFC, di mana untuk mendapat approval itu kita juga mengiri, memberikan schedule, regulasi, dan hal-hal manajemen lainnya," sambungnya.

Risha membeberkan bahwa panitia telah menggelar sosialisasi sebanyak tiga kali berbareng jejeran manajemen klub guna menyelaraskan pemahaman aturan.

"Kami pun sudah bersosialisasi sebanyak tiga kali kepada klub-klub, dimulai dari dengan team briefing secara online lantaran ada beberapa klub tetap di wilayah masing-masing, termasuk juga MCM (Match Coordination Meeting) nan kita lakukan baik Grup A dan Grup B," kata Risha.

Sebagai solusi atas ketatnya jadwal, panitia melonggarkan pemisah pergantian hingga 12 pemain serta mengizinkan pendaftaran amunisi baru jelang semifinal. Fleksibilitas taktis diberikan kepada tim pembimbing untuk menjaga kebugaran bentuk para pemain.

"Dan untuk mengantisipasi tentang schedule nan sangat ketat, kami memberikan kebebasan kepada klub peserta untuk menggantikan rotasi pemain sebanyak 12 pemain dalam satu kali pertandingan," ungkap Risha.

"Jadi tinggal pembimbing saja untuk mengatur gimana rotasi itu bisa dilaksanakan," tutup Risha dalam pernyataannya.

[Gambas:Video CNN]

(jun/afr/jun)

Selengkapnya