Banjir Rob Pantura dan Peringatan Dini Karhutla di Jawa Tengah

4 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX
Banjir Rob Pantura dan Peringatan Dini Karhutla di Jawa Tengah ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)

Banjir air laut pasang alias rob merendam sejumlah area pesisir di jalur Pantura Jawa Tengah pada Senin (13/7). Fenomena nan terjadi sejak pagi hari ini disertai dengan peringatan gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan utara dan selatan, nan berisiko terhadap aktivitas pelayaran.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Shafira Tsanfadhila, mengungkapkan bahwa banjir rob kali ini mempunyai pola nan berbeda. Jika biasanya rob datang pada sore hingga malam hari, kali ini air pasang sudah berjalan sejak pukul 06.00 hingga 10.00 WIB dengan ketinggian maksimum mencapai 1 meter.

Sejumlah wilayah nan terdampak banjir rob meliputi Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, hingga Rembang. "Banjir rob di sejumlah wilayah di Pantura Jawa Tengah berpotensi mengganggu aktivitas penduduk seperti transportasi, bongkar muat peralatan di pelabuhan, budidaya perikanan darat, dan petani garam," ujar Shafira.

Waspada Gelombang Tinggi dan Angin Kencang

Selain banjir rob, BMKG juga mengeluarkan peringatan mengenai gelombang tinggi. Di perairan utara, terutama area Karimunjawa bagian barat dan timur, gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi serupa juga berkesempatan terjadi di perairan selatan mulai dari Cilacap hingga Purworejo.

Aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang, serta kapal peralatan dan penumpang diminta waspada, terutama saat kecepatan angin berada di atas 15 knot. Secara umum, kecepatan angin di wilayah Jawa Tengah terpantau berkisar antara 5 hingga 30 kilometer per jam.

Peringatan Dini Karhutla di Musim Kemarau

Di sisi lain, kondisi cuaca Jawa Tengah diprediksi cerah berawan hingga berawan sepanjang hari tanpa ada tanda-tanda turun hujan. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita, menyatakan bahwa musim tandus sekarang semakin dirasakan dampaknya oleh masyarakat. BMKG mengeluarkan peringatan awal untuk mewaspadai potensi kebakaran rimba dan lahan (karhutla). "Waspadai kebakaran rimba dan lahan lantaran banyak daun kering," tegas Rany.

Suhu udara di Jawa Tengah saat ini berkisar antara 16 hingga 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban udara mencapai 45%-95%. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem nan terjadi baik di wilayah pesisir maupun daratan. (E-3)

Selengkapnya