Belum Pulih 100%, Ini Produksi Tembaga dan Emas Freeport Semester I-2026

2 jam yang lalu 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Freeport-McMoRan (FCX) mencatat realisasi produksi tembaga dan emas PT Freeport Indonesia (PTFI) sepanjang Semester I-2026. Kinerja PTFI tetap terdampak oleh kejadian luapan lumpur alias mud rush nan terjadi pada September 2025 lalu.

President and Chief Executive Officer FCX Kathleen Quirk membeberkan progres pemulihan tambang bawah tanah tersebut dalam laporan capaian tengah tahun perusahaan. Ia memastikan perusahaan terus melakukan percepatan operasional secara berjenjang untuk mengembalikan tingkat produksi sesuai dengan rencana kerja tahunan.

"Tim Freeport mencapai hasil nan kuat pada kuartal kedua, didukung oleh penyelenggaraan rencana operasi kami nan solid dan nilai nan menguntungkan bagi produk kami. Kami mencatat kemajuan nan stabil dalam peningkatan operasional di Grasberg," ujarnya dalam Laporan FCX Semester I-2026, dikutip Kamis (6/8/2026).

Perusahaan mencatat, produksi emas PTFI pada enam bulan pertama tahun 2026 tercatat sebesar 276.000 ons, nomor itu mengalami penurunan dibandingkan periode Semester I-2025 nan mencapai 595.000 ons.

Sementara itu, produksi tembaga berada di nomor 300 juta pon, menyusut dari realisasi tahun sebelumnya nan sebesar 655 juta pon.

"Tingkat produksi PTFI secara keseluruhan diperkirakan bakal mendekati 65% pada paruh kedua tahun 2026, 80% pada pertengahan 2027, dan mendekati kapabilitas penuh pada akhir tahun 2027," tulis laporan itu.

Penurunan volume produksi tersebut disebabkan oleh rendahnya tingkat pemrosesan bijih selama fase remediasi dan restorasi prasarana tambang GBC. Namun, perusahaan mencatat progres di Blok Produksi 2 dan 3 telah rampung sehingga aktivitas penambangan mulai meningkat sejak akhir Maret 2026.

"Setelah kejadian luapan lumpur eksternal pada September 2025, PTFI telah memajukan serangkaian aktivitas untuk menangani kejadian tersebut dan tetap konsentrasi pada peningkatan kapabilitas operasional nan kondusif dan berkelanjutan," tulis laporan itu.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya